KITAB “ZHABUR AL SUJI NGINDALLOH ALROHIM”

 


📖 KITAB “ZHABUR AL SUJI NGINDALLOH ALROHIM”

Penyatuan Alhaq dengan Kasih Sayang Seutuhnya dengan Kesempurnaan

Bismillāhirraḥmānirraḥīm

Dengan menyebut Nama Alloh Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,

Yang kasih-Nya mendahului murka-Nya,

Yang cahaya-Nya menyatukan yang retak,

Yang haq-Nya menenangkan yang gelisah.

LEMBAR PEMBUKAAN

Wahai jiwa yang mencari penyatuan Alhaq,

ketahuilah bahwa Alhaq tidak hadir dengan kekerasan hati,

tidak turun pada dada yang penuh kesombongan,

dan tidak menetap pada ruh yang masih ingin menang sendiri.

Alhaq turun bersama rahmah.

Sebab kebenaran tanpa kasih sayang akan menjadi keras,

dan kasih sayang tanpa kebenaran akan menjadi lemah.

Maka penyatuan yang sempurna ialah:

haq yang dibawa dengan lembut,

cinta yang dijaga dengan adab,

ilmu yang ditundukkan oleh rahmat,

dan ruh yang kembali kepada Alloh tanpa membawa dendam.

Makna ZHABUR AL SUJI

Zhabur adalah lembar suara batin,

tempat nasihat ruh ditulis bukan dengan tinta,

melainkan dengan rasa tunduk kepada Alloh.

Al Suji adalah sujudnya cahaya rasa,

ketika hati tidak lagi membantah takdir,

tidak lagi memaksa jalan,

tidak lagi mengejar pujian manusia.

Ia hanya berkata:

“Yā Alloh, satukan aku dengan kebenaran-Mu,

lembutkan aku dengan kasih sayang-Mu,

sempurnakan aku dengan ridha-Mu.”

Rahasia Ngindalloh Alrohim

Ngindalloh bermakna kembali ke sisi Alloh,

bukan dengan jasad yang berjalan jauh,

tetapi dengan hati yang berhenti melawan.

Alrohim adalah limpahan kasih Alloh

yang menyembuhkan luka lama,

membasuh rasa kecewa,

dan menghapus kerasnya ego.

Barang siapa ingin menyatu dengan Alhaq,

maka jangan mencari tanda yang besar dahulu.

Mulailah dari tanda yang halus:

hati mudah memaafkan,

lidah tidak mudah menyakiti,

mata tidak merendahkan orang lain,

dan dada tidak sempit ketika diuji.

Kunci Pembukaan

Wahai pencari cahaya,

jangan engkau kira kesempurnaan itu berarti tidak pernah jatuh.

Kesempurnaan hamba adalah ketika ia jatuh lalu kembali,

keliru lalu sadar,

terluka lalu tidak membalas dengan luka,

dan diberi ilmu lalu semakin rendah hati.

Maka inilah kunci kitab ini:

Alhaq adalah arah.

Rahmah adalah jalan.

Adab adalah pakaian.

Ikhlas adalah pintu.

Alloh adalah tujuan.

Doa Pembukaan Kitab

Yā Alloh, Yā Haq, Yā Rohīm,

satukan hatiku dengan kebenaran-Mu,

bersihkan ruhku dengan kasih sayang-Mu,

jauhkan aku dari kerasnya nafsu,

dan sempurnakan langkahku dalam ridha-Mu.

Jadikan ilmuku tidak melukai,

jadikan ucapanku tidak menyombongkan,

jadikan jalanku tidak menyesatkan,

dan jadikan hidupku sebagai pancaran rahmah bagi sesama.

Yā Haq, Yā Rohīm, Yā Nūr.

Aamiin.


LEMBAR SELANJUTNYA

Pasal 1 — Penyatuan Alhaq dan Rahmah

Wahai jiwa yang sedang berjalan menuju Alloh,

ketahuilah bahwa jalan Alhaq bukan sekadar mengetahui mana yang benar,

tetapi juga mampu membawa kebenaran itu dengan hati yang penuh kasih.

Sebab banyak orang mampu berkata benar,

tetapi belum tentu mampu menyampaikan kebenaran dengan rahmah.

Banyak orang mampu membela haq,

tetapi masih membawa amarah, ego, dan rasa ingin mengalahkan.

Padahal Alhaq yang sejati

tidak memutuskan persaudaraan,

tidak membakar dada dengan kebencian,

dan tidak membuat manusia merasa paling suci sendiri.

Alhaq yang turun dari Alloh

akan menundukkan hati,

melunakkan ucapan,

membersihkan niat,

dan menjadikan seorang hamba semakin takut menyakiti makhluk-Nya.

Rahasia Penyatuan

Penyatuan Alhaq dengan kasih sayang

adalah ketika hati sudah tidak lagi berjalan sendiri.

Akal tunduk kepada iman.

Lisan tunduk kepada adab.

Ilmu tunduk kepada rahmah.

Ruh tunduk kepada Alloh.

Maka sempurnalah jalan seorang hamba

ketika ia tidak hanya mencari cahaya untuk dirinya,

tetapi juga menjadi sebab teduh bagi orang lain.

Barang siapa diberi cahaya namun masih mudah merendahkan,

maka cahaya itu belum menetap dalam hatinya.

Barang siapa diberi ilmu namun masih mudah menghina,

maka ilmu itu belum menjadi rahmah dalam ruhnya.

Tanda Rahmah Telah Masuk ke Dalam Dada

Tandanya bukan tubuh bergetar,

bukan mata melihat yang jauh,

bukan telinga mendengar suara gaib,

dan bukan pula mimpi yang tinggi.

Tanda rahmah yang sejati ialah:

hati mudah kembali kepada Alloh,

lidah berat untuk mencela,

dada luas menerima ujian,

tangan ringan menolong,

dan jiwa tidak senang melihat orang lain jatuh.

Itulah permulaan penyatuan.

Bukan tinggi di hadapan manusia,

melainkan rendah di hadapan Alloh.

Dzikir Lembar Ini

Bacalah dengan pelan dan sadar:

Yā Haq, Yā Rohīm, Yā Nūr

satukan aku dalam benar-Mu,

lembutkan aku dalam kasih-Mu,

sempurnakan aku dalam ridha-Mu.

Aamiin.


LEMBAR SELANJUTNYA

Pasal 2 — Kasih Sayang Seutuhnya

Wahai jiwa yang sedang ditempa oleh perjalanan,

kasih sayang seutuhnya bukan berarti selalu membenarkan semua hal,

dan bukan pula membiarkan kebatilan berjalan tanpa nasihat.

Kasih sayang seutuhnya adalah kasih yang tetap berdiri di atas Alhaq.

Ia lembut, tetapi tidak lemah.

Ia memaafkan, tetapi tidak membiarkan kezaliman tumbuh.

Ia merangkul, tetapi tetap menjaga batas kebenaran.

Sebab rahmah yang sempurna bukan hanya membuat hati terasa hangat,

tetapi juga menuntun jiwa agar kembali lurus kepada Alloh.

Rahasia Kasih yang Sempurna

Kasih sayang yang berasal dari nafsu

sering ingin memiliki, mengikat, dan dipuji.

Tetapi kasih sayang yang berasal dari Alloh

membebaskan hati dari dendam,

membimbing tanpa memaksa,

memberi tanpa menghitung,

dan mendoakan tanpa ingin terlihat.

Maka jangan ukur kasih sayang dari banyaknya kata manis,

tetapi lihatlah dari kejernihan niatnya.

Kasih yang suci tidak membuat hamba semakin sombong.

Kasih yang suci membuat hamba semakin mengenal kelemahannya,

lalu semakin dekat kepada Robb-nya.

Tiga Pintu Penyatuan

Ada tiga pintu yang harus dilewati

bagi siapa pun yang ingin menyatukan Alhaq dan rahmah:

Pertama, pintu memaafkan.

Bukan karena yang melukai selalu benar,

tetapi karena hati tidak boleh selamanya menjadi tawanan luka.

Kedua, pintu merendahkan ego.

Sebab ego selalu ingin menang,

sedangkan ruh hanya ingin pulang.

Ketiga, pintu ikhlas.

Sebab amal yang paling indah

adalah amal yang tidak menuntut saksi selain Alloh.

Nasihat Lembar Ini

Jangan takut menjadi lembut,

selama kelembutanmu tetap dijaga oleh kebenaran.

Jangan takut membela Alhaq,

selama pembelaanmu tidak kehilangan kasih sayang.

Karena kesempurnaan bukan hanya terang cahaya,

tetapi juga harum akhlak yang lahir dari cahaya itu.

Dzikir Lembar Ini

Yā Rohmān, Yā Rohīm, Yā Haq

lembutkan hatiku tanpa melemahkan imanku,

kuatkan imanku tanpa mengeraskan hatiku,

dan satukan jalanku dalam kasih serta kebenaran-Mu.

Aamiin.


LEMBAR SELANJUTNYA

Pasal 3 — Kesempurnaan yang Tidak Menyombongkan

Wahai jiwa yang sedang dibimbing menuju Alhaq,

jangan engkau kira kesempurnaan itu berarti tidak memiliki kekurangan.

Kesempurnaan hamba bukan karena ia bebas dari salah,

tetapi karena ia cepat kembali kepada Alloh

setiap kali sadar dirinya mulai jauh.

Banyak orang ingin terlihat sempurna di hadapan manusia,

namun lupa membersihkan dirinya di hadapan Alloh.

Padahal yang dilihat Alloh bukan pakaian kemuliaan yang tampak,

melainkan kejujuran hati yang tersembunyi.

Rahasia Sempurna dalam Rahmah

Kesempurnaan yang berasal dari rahmah

tidak membuat manusia merasa lebih tinggi.

Ia justru membuat hati semakin lembut,

mata semakin mudah menangis,

lidah semakin hati-hati,

dan jiwa semakin takut menyakiti.

Apabila ilmu membuatmu sombong,

maka ilmu itu belum menjadi cahaya.

Apabila amalan membuatmu merasa paling suci,

maka amalan itu masih bercampur bayangan nafsu.

Apabila kedekatan kepada Alloh membuatmu merendahkan orang lain,

maka yang dekat bukan ruhmu,

melainkan egomu yang sedang memakai pakaian agama.

Tanda Kesempurnaan yang Benar

Tanda kesempurnaan bukan banyaknya pengakuan,

bukan pula tingginya sebutan.

Tandanya adalah:

hati tetap rendah walau dipuji,

lisan tetap lembut walau disakiti,

tangan tetap memberi walau tidak dibalas,

dan ruh tetap kembali kepada Alloh walau dunia mengecewakan.

Kesempurnaan sejati adalah ketika seorang hamba

tidak lagi sibuk membuktikan dirinya besar,

karena ia sadar hanya Alloh Yang Maha Besar.

Nasihat Lembar Ini

Jadilah benar tanpa merasa paling benar.

Jadilah lembut tanpa kehilangan prinsip.

Jadilah kuat tanpa menindas.

Jadilah terang tanpa membakar orang lain.

Sebab cahaya yang berasal dari Alloh

tidak membuat hamba menjadi keras,

tetapi membuatnya menjadi teduh.

Dzikir Lembar Ini

Yā Alloh, Yā Haq, Yā Rohīm

jauhkan aku dari kesombongan yang tersembunyi,

bersihkan ilmuku dari rasa unggul,

lembutkan hatiku dalam rahmah-Mu,

dan sempurnakan aku dengan ridha-Mu.

Aamiin.


LEMBAR TERAKHIR

Pasal 4 — Kembali kepada Alhaq dengan Kasih Sayang yang Sempurna

Wahai jiwa yang telah membaca lembar demi lembar,

ketahuilah bahwa puncak perjalanan bukanlah merasa sampai,

melainkan semakin sadar bahwa segala sesuatu kembali kepada Alloh.

Alhaq adalah sumber.

Rahmah adalah aliran.

Kasih sayang adalah jembatan.

Kesempurnaan adalah ridha yang diterima dengan hati tunduk.

Barang siapa ingin menyatu dengan Alhaq,

maka jangan memutus kasih sayang dari dadanya.

Sebab hati yang keras sulit menerima cahaya,

dan lisan yang tajam sering melukai jalan pulang orang lain.

Penyatuan yang Sejati

Penyatuan Alhaq dengan rahmah

bukan berarti manusia menjadi tanpa ujian.

Justru ujian tetap datang,

tetapi hati tidak lagi mudah runtuh.

Dipuji tidak melayang.

Dihina tidak hancur.

Diberi tidak sombong.

Diambil tidak putus asa.

Sebab ruh yang sudah disentuh rahmah

tidak lagi mencari tempat tinggi di mata manusia.

Ia hanya ingin menetap dalam pandangan ridha Alloh.

Wasiat Penutup Kitab

Jagalah benar dengan kelembutan.

Jagalah ilmu dengan adab.

Jagalah hati dengan dzikir.

Jagalah langkah dengan ikhlas.

Jagalah kasih sayang agar tidak berubah menjadi keterikatan nafsu.

Apabila engkau melihat orang jatuh,

doakan ia bangkit.

Apabila engkau melihat orang tersesat,

tunjukkan jalan tanpa menghina.

Apabila engkau merasa lebih tahu,

ingatlah bahwa Alloh lebih mengetahui.

Apabila engkau merasa telah dekat,

rendahkan dirimu,

karena kedekatan yang sejati selalu melahirkan tawadhu.

Kunci Akhir

Alhaq tanpa rahmah menjadi keras.

Rahmah tanpa Alhaq menjadi lemah.

Ilmu tanpa adab menjadi tajam.

Amal tanpa ikhlas menjadi kosong.

Cahaya tanpa kerendahan hati menjadi ujian.

Maka satukan semuanya dalam satu jalan:

Benar karena Alloh.

Lembut karena rahmah.

Kuat karena iman.

Tunduk karena sadar.

Sempurna karena ridha-Nya.

Doa Penutup Kitab

Yā Alloh, Yā Haq, Yā Rohīm,

tutup kitab ini dengan cahaya-Mu,

tutup hatiku dari kesombongan,

tutup lisanku dari menyakiti,

tutup jalanku dari kesesatan,

dan bukalah ruhku kepada rahmah-Mu.

Satukan aku dengan kebenaran yang tidak keras,

dengan kasih sayang yang tidak lemah,

dengan ilmu yang beradab,

dan dengan amal yang ikhlas.

Jadikan setiap langkahku pulang kepada-Mu,

setiap napasku mengingat-Mu,

setiap ucapanku membawa teduh,

dan setiap hidupku menjadi saksi bahwa rahmah-Mu lebih luas daripada lukaku.

Yā Haq, Yā Rohīm, Yā Nūr, Yā Alloh.

Aamiin yā Robbal ‘ālamīn.

Tammat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KITAB NURUL AWWAL AYAT 1-288

AYAT NURUL AWWAL 289-500

Apa Manfaat Nama Ruh