QITAB YULQAR FAQROBBAH HUMULLOH

 


Wa’alaikumussalam warohmatullohi wabarakatuh saudara cahayaku.

Prahyangan gaib / kegaiban itu, dalam bahasa rasa, adalah wilayah halus yang tersembunyi dari mata lahir. Isinya bisa berupa suasana batin, isyarat, mimpi, rasa, bisikan, bayangan, atau alam makhluk gaib. Tapi itu bukan Alloh, bukan tujuan akhir, dan tidak boleh dijadikan patokan mutlak.

Siapa penghuni prahyangan gaib?

Bukan satu orang tertentu. Itu bisa bermakna lapisan makhluk Alloh yang tidak terlihat: malaikat, jin, ruh, atau simbol-simbol batin yang muncul dalam perjalanan jiwa. Karena itu harus disaring dengan iman, sholat, Qur’an, akhlak, dan kewarasan hati.

Bedanya:

Prahyangan / kayangan

Lebih dekat ke bahasa budaya Nusantara: alam luhur, alam halus, tempat simbolik, kerajaan batin, atau gambaran kegaiban. Bisa jadi hanya bahasa rasa, bukan hukum agama.

Aris / Sendang Aris

Kalau yang dimaksud “Aris” dalam bahasa mandala, itu lebih dekat kepada arus/telaga penyucian batin: tempat jiwa dibersihkan dari gelap, ego, sombong, dan nafsu.

Arsy / Arasy

Ini martabat keagungan ciptaan Alloh. Bukan kayangan biasa. Jangan dibayangkan seperti singgasana manusia. Arsy adalah tanda kebesaran dan kekuasaan Alloh, tetapi Alloh tidak dibatasi tempat.

Lauhul Mahfudz

Ini bahasa tentang ketetapan dan ilmu Alloh. Bukan alam bermain, bukan tempat yang bisa dimasuki sembarang rasa. Manusia hanya diberi petunjuk sedikit sesuai izin Alloh.

Jadi ringkasnya:

Prahyangan/kayangan = alam simbol dan kegaiban.

Aris = penyucian rasa.

Lauhul Mahfudz = ketetapan ilmu Alloh.

Arsy = keagungan kekuasaan Alloh.

Dan semuanya tetap makhluk/tanda. Yang tertinggi tetap Alloh Hu Akbar.

📜 Pembukaan Qitab

YULQAR FAQROBBAH HUMULLOH

Makna: Semua umat di hadapan-Nya itu sama, kecuali yang ingkar dan mengingkari.

Bismillāhirraḥmānirraḥīm.

Wahai jiwa,

jangan engkau merasa lebih tinggi karena nama, ilmu, keturunan, pakaian, jamaah, kitab, mimpi, atau tanda gaib.

Sebab di hadapan Alloh, semua hamba berdiri dalam keadaan lemah.

Yang kaya tidak lebih mulia karena hartanya.

Yang miskin tidak hina karena kekurangannya.

Yang berilmu tidak otomatis selamat bila sombong.

Yang awam tidak tertutup dari rahmat bila hatinya jujur.

Semua umat di hadapan-Nya sama.

Yang membedakan bukan rupa.

Bukan gelar.

Bukan banyaknya pengikut.

Bukan cerita gaib.

Bukan kemampuan membaca tanda.

Yang membedakan adalah iman, taqwa, adab, kejujuran, dan ketundukan kepada Alloh.

Maka barang siapa merasa paling dekat, padahal hatinya merendahkan orang lain, ia sedang diuji.

Barang siapa merasa paling tahu, padahal lisannya menyakiti, ia sedang tertutup.

Barang siapa membawa nama Alloh, tetapi hatinya penuh ingkar kepada kebenaran, ia sedang menjauh dari cahaya.

YULQAR FAQROBBAH HUMULLOH turun sebagai pengingat:

Jangan ukur manusia dari luarnya.

Jangan hukum hamba dari masa lalunya.

Jangan anggap dirimu paling diterima.

Sebab pintu Alloh lebih luas dari sangkaan manusia.

Yang ingkar adalah hati yang menolak kebenaran setelah jelas.

Yang mengingkari adalah lisan dan sikap yang sengaja memadamkan cahaya, menutup nasihat, meremehkan taubat, dan membelokkan yang haq demi ego.

Maka jalan selamatnya adalah:

Tunduklah sebelum ditundukkan.

Lembutlah sebelum dilembutkan oleh ujian.

Mengakulah lemah sebelum dibuka kelemahanmu.

Dekatlah kepada Alloh tanpa merasa lebih dekat daripada orang lain.

Karena di hadapan Alloh, semua kembali sebagai hamba.

Bukan raja.

Bukan wali.

Bukan guru.

Bukan murid.

Bukan pemilik ilmu.

Bukan pemilik gaib.

Hanya hamba yang menunggu rahmat-Nya.

Penutup qitab:

Ya Alloh, samakan hati kami dalam kerendahan di hadapan-Mu.

Jauhkan kami dari merasa paling suci.

Lindungi kami dari ingkar setelah Engkau beri tanda.

Jadikan kami hamba yang menerima kebenaran, meski datang dari orang kecil, orang awam, atau orang yang pernah kami remehkan.

Alloh Hu Akbar.


📜 Lembar Selanjutnya

QITAB YULQAR FAQROBBAH HUMULLOH

Pasal 2 — Semua Hamba Sama di Pintu Rahmat

Bismillāhirraḥmānirraḥīm.

Wahai jiwa,

ketahuilah bahwa pintu rahmat Alloh tidak dibuka untuk orang yang merasa paling tinggi, tetapi untuk hati yang mau merendah.

Banyak manusia datang membawa nama besar,

tetapi lupa membawa hati yang bersih.

Banyak manusia datang membawa ilmu,

tetapi lupa membawa adab.

Banyak manusia datang membawa amalan,

tetapi lupa membawa rasa takut kepada Alloh.

Maka jangan engkau tertipu oleh bentuk luar.

Sebab Alloh tidak melihat hiasan tubuhmu,

tetapi melihat arah hatimu.

Orang yang terlihat kecil bisa besar di sisi Alloh.

Orang yang terlihat besar bisa kosong bila hatinya sombong.

Orang yang terlihat jauh bisa sedang ditarik mendekat.

Orang yang terlihat dekat bisa sedang diuji dengan rasa merasa paling benar.

Yulqar Faqrobbah Humulloh mengajarkan:

Semua manusia berdiri di hadapan Alloh sebagai hamba.

Tidak ada yang boleh mengangkat dirinya di atas hamba lain.

Tidak ada yang boleh menghina orang lain karena belum paham.

Tidak ada yang boleh menutup pintu rahmat bagi orang yang sedang belajar pulang.

Yang berdosa masih bisa taubat.

Yang tersesat masih bisa dituntun.

Yang jatuh masih bisa dibangunkan.

Yang gelap masih bisa diberi cahaya.

Tetapi yang berat adalah hati yang ingkar.

Sebab ingkar bukan sekadar tidak tahu.

Ingkar adalah ketika kebenaran sudah datang, tetapi hati menolak karena gengsi, iri, sombong, atau takut kehilangan kedudukan.

Dan yang lebih berat adalah mengingkari.

Sebab mengingkari adalah bukan hanya menolak untuk dirinya sendiri, tetapi juga menghalangi orang lain dari jalan kebaikan.

Maka berhati-hatilah, wahai jiwa.

Jangan sampai ilmumu menjadi dinding.

Jangan sampai amalanmu menjadi kesombongan.

Jangan sampai pengalaman gaibmu membuatmu merasa lebih mulia.

Jangan sampai kitab yang engkau baca membuatmu merendahkan yang belum membaca.

Karena hakikat kitab bukan untuk membuat dada membesar,

tetapi membuat kepala menunduk.

Hakikat ilmu bukan untuk memenangkan perdebatan,

tetapi untuk menyelamatkan hati.

Hakikat jalan ruhani bukan untuk mencari pengakuan,

tetapi untuk semakin takut bila jauh dari Alloh.

Sabda Lembut Lembar Ini

Barang siapa memandang manusia dengan hina,

maka ia belum mengenal rahmat.

Barang siapa memandang dirinya paling suci,

maka ia sedang lupa asal tanahnya.

Barang siapa memandang orang berdosa dengan doa,

maka hatinya mulai disentuh kasih.

Barang siapa menerima kebenaran walau pahit,

maka pintu cahaya mulai terbuka baginya.

Doa Penutup Lembar

Ya Alloh,

jangan jadikan kami hamba yang merasa paling benar,

padahal hati kami masih penuh kekurangan.

Jangan jadikan kami orang yang mudah menghakimi,

padahal kami sendiri masih membutuhkan ampunan-Mu.

Lembutkan hati kami kepada sesama hamba-Mu.

Teguhkan kami di atas kebenaran.

Jauhkan kami dari ingkar dan mengingkari.

Sebab semua umat di hadapan-Mu sama,

kecuali yang menolak cahaya setelah Engkau bukakan jalan.

Alloh Hu Akbar.


📜 Lembar Selanjutnya

QITAB YULQAR FAQROBBAH HUMULLOH

Pasal 3 — Jangan Menjadi Hakim atas Rahmat Alloh

Bismillāhirraḥmānirraḥīm.

Wahai jiwa,

jangan engkau cepat menilai siapa yang dekat dan siapa yang jauh.

Sebab jarak seorang hamba dengan Alloh tidak selalu terlihat oleh mata manusia.

Ada orang yang lisannya belum indah,

tetapi hatinya sedang menangis mencari ampunan.

Ada orang yang pakaiannya sederhana,

tetapi batinnya penuh tawadhu.

Ada orang yang terlihat biasa,

tetapi diam-diam ia menjaga sholat, menjaga ibunya, menahan marah, dan banyak meminta maaf kepada Alloh.

Maka jangan menjadi hakim atas rahmat Alloh.

Karena rahmat Alloh tidak sempit.

Rahmat Alloh tidak hanya turun kepada orang yang tampak suci.

Rahmat Alloh bisa menyentuh pendosa yang benar-benar menyesal,

bisa mengangkat orang kecil yang tulus,

bisa membalikkan hati yang lama gelap menjadi terang.

Yulqar Faqrobbah Humulloh mengingatkan:

Semua umat berdiri di hadapan Alloh dengan membawa amalnya masing-masing.

Tidak ada yang membawa gelar untuk menyelamatkan dirinya.

Tidak ada yang membawa pujian manusia sebagai jaminan.

Tidak ada yang membawa cerita gaib sebagai bukti kemuliaan.

Yang dibawa hanyalah hati.

Apakah hati itu tunduk, atau membangkang.

Apakah hati itu menerima kebenaran, atau menolaknya.

Apakah hati itu mencintai Alloh, atau hanya mencintai dirinya sendiri.

Wahai jiwa,

jangan engkau remehkan orang yang baru belajar.

Jangan engkau hinakan orang yang pernah jatuh.

Jangan engkau tutup pintu harapan bagi orang yang sedang ingin pulang.

Sebab boleh jadi orang yang hari ini engkau anggap rendah,

besok lebih dahulu diampuni Alloh.

Dan boleh jadi dirimu yang hari ini merasa aman,

sedang diuji dengan kesombongan yang halus.

Tanda Ingkar yang Halus

Ingkar tidak selalu berbentuk menolak Alloh dengan lisan.

Kadang ingkar bersembunyi dalam sikap:

Meremehkan nasihat.

Membenci kebenaran karena datang dari orang yang tidak disukai.

Menolak mengakui salah.

Membela ego walau hati tahu dirinya keliru.

Menyakiti orang lain, lalu merasa tetap suci.

Maka takutlah kepada ingkar yang halus.

Sebab ia tidak selalu terlihat seperti dosa besar,

tetapi pelan-pelan menutup cahaya hati.

Sabda Lembut Lembar Ini

Jangan ukur hamba dari jatuhnya,

lihatlah apakah ia mau bangun.

Jangan ukur manusia dari salahnya,

lihatlah apakah ia mau bertaubat.

Jangan ukur dirimu dari ilmu yang engkau punya,

lihatlah apakah ilmumu membuatmu semakin rendah hati.

Jangan ukur kedekatan dengan Alloh dari rasa tinggi,

sebab yang benar-benar dekat justru semakin merasa kecil.

Doa Penutup Lembar

Ya Alloh,

jangan jadikan lidah kami tajam kepada sesama hamba-Mu.

Jangan jadikan hati kami keras ketika melihat kekurangan orang lain.

Ajari kami memandang manusia dengan kasih,

tanpa membenarkan kesalahan.

Ajari kami menegakkan kebenaran dengan adab,

tanpa merasa paling suci.

Ya Alloh,

selamatkan kami dari ingkar yang tampak

dan ingkar yang tersembunyi.

Jadikan kami hamba yang mudah menerima nasihat,

mudah meminta maaf,

mudah bertaubat,

dan tidak menutup pintu rahmat-Mu bagi siapa pun.

Alloh Hu Akbar.


📜 Lembar Selanjutnya

QITAB YULQAR FAQROBBAH HUMULLOH

Pasal 4 — Yang Dekat Bukan yang Mengaku Dekat

Bismillāhirraḥmānirraḥīm.

Wahai jiwa,

jangan engkau tertipu oleh pengakuan.

Sebab yang dekat kepada Alloh tidak selalu banyak bicara tentang kedekatannya.

Yang diberi cahaya tidak selalu mengumumkan cahayanya.

Yang disayang Alloh tidak selalu merasa dirinya istimewa.

Kadang hamba yang benar-benar dekat justru paling banyak menunduk.

Ia takut amalnya belum diterima.

Ia takut lisannya menyakiti.

Ia takut hatinya menyimpan bangga.

Ia takut ilmu yang ia bawa berubah menjadi tirai antara dirinya dan Alloh.

Maka jangan mudah berkata,

“aku sudah sampai,”

“aku sudah dibuka,”

“aku paling tahu,”

“aku paling benar.”

Sebab jalan kepada Alloh bukan jalan meninggikan diri,

tetapi jalan meleburkan kesombongan.

Yulqar Faqrobbah Humulloh mengajarkan:

Di hadapan Alloh, semua hamba sama-sama membutuhkan ampunan.

Tidak ada yang berdiri dengan kekuatannya sendiri.

Tidak ada yang selamat karena merasa pantas.

Tidak ada yang mulia karena menghinakan orang lain.

Yang dekat adalah yang paling tunduk.

Yang bersih adalah yang paling sadar kekurangannya.

Yang kuat adalah yang mampu menahan diri.

Yang bercahaya adalah yang tidak memadamkan cahaya orang lain.

Tentang Orang yang Ingkar

Ingkar itu bukan hanya menolak kebenaran besar.

Ingkar juga bisa muncul ketika seseorang diberi nasihat,

tetapi hatinya berkata,

“siapa kamu berani menasihati aku?”

Ingkar bisa muncul ketika seseorang diberi jalan baik,

tetapi ia menolaknya karena tidak sesuai dengan keinginannya.

Ingkar bisa muncul ketika seseorang melihat orang lain berubah menjadi baik,

tetapi ia tetap mengungkit masa lalunya.

Maka berhati-hatilah, wahai jiwa.

Jangan menjadi penjaga pintu yang menutup rahmat Alloh bagi orang lain.

Karena Alloh mampu mengangkat siapa saja.

Alloh mampu membersihkan siapa saja.

Alloh mampu memuliakan hamba yang dahulu jatuh,

bila hamba itu benar-benar pulang dengan taubat.

Sabda Lembut Lembar Ini

Orang yang dekat tidak sibuk mengaku dekat.

Ia sibuk memperbaiki sujudnya.

Orang yang bercahaya tidak sibuk menunjuk gelap orang lain.

Ia sibuk menjaga agar hatinya tidak padam.

Orang yang benar tidak takut dinasihati.

Sebab nasihat adalah cermin, bukan serangan.

Orang yang rendah hati tidak kehilangan derajat.

Justru dari kerendahan itulah Alloh angkat derajatnya.

Peringatan Batin

Wahai jiwa,

bila engkau melihat orang lain belum paham, doakan.

Bila engkau melihat orang lain salah, luruskan dengan adab.

Bila engkau melihat orang lain jatuh, jangan tertawa.

Bila engkau melihat orang lain taubat, jangan ungkit dosanya.

Karena engkau pun pernah gelap.

Engkau pun pernah salah.

Engkau pun pernah butuh dituntun.

Engkau pun hidup karena rahmat Alloh, bukan karena kesucian dirimu sendiri.

Doa Penutup Lembar

Ya Alloh,

jadikan kami hamba yang tidak tertipu oleh pengakuan diri.

Bila kami diberi ilmu, jadikan ilmu itu menundukkan hati kami.

Bila kami diberi tanda, jadikan tanda itu menambah takut kami kepada-Mu.

Bila kami diberi cahaya, jangan biarkan cahaya itu berubah menjadi kesombongan.

Ya Alloh,

jangan jadikan kami orang yang ingkar setelah Engkau beri petunjuk.

Jangan jadikan kami orang yang mengingkari kebenaran karena ego.

Jangan jadikan kami orang yang menutup rahmat-Mu bagi hamba lain.

Sebab semua umat di hadapan-Mu sama,

kecuali yang menolak kebenaran dengan sombong

dan memadamkan cahaya dengan sengaja.

Alloh Hu Akbar.


📜 Lembar Selanjutnya

QITAB YULQAR FAQROBBAH HUMULLOH

Pasal 5 — Jangan Mengingkari Cahaya karena Pembawanya Sederhana

Bismillāhirraḥmānirraḥīm.

Wahai jiwa,

sering kali kebenaran tidak datang melalui orang yang engkau anggap besar.

Kadang nasihat datang dari orang kecil.

Kadang teguran datang dari orang awam.

Kadang cahaya datang dari mulut orang yang tidak punya gelar.

Maka jangan cepat menolak hanya karena engkau meremehkan pembawanya.

Sebab Alloh mampu menitipkan hikmah kepada siapa saja.

Alloh mampu membuka pintu sadar melalui siapa saja.

Alloh mampu menegur hati manusia melalui kejadian kecil, ucapan sederhana, bahkan diamnya seseorang yang sabar.

Yulqar Faqrobbah Humulloh mengingatkan:

Semua hamba di hadapan Alloh sama.

Yang membedakan bukan siapa yang berbicara,

tetapi apakah yang dibawa itu mengarah kepada kebenaran, adab, taubat, dan kebaikan.

Jangan berkata,

“Dia siapa berani menasihati aku?”

Karena boleh jadi melalui lisannya Alloh sedang mengetuk hatimu.

Jangan berkata,

“Aku lebih tahu daripada dia.”

Karena boleh jadi ilmumu sedang diuji oleh kesombongan.

Jangan berkata,

“Dia dulu pernah salah.”

Karena boleh jadi dosanya telah ia tangisi, sementara dosamu masih engkau bela.

Tentang Mengingkari

Mengingkari bukan hanya menolak dengan kata-kata.

Mengingkari juga bisa terjadi saat hati tahu itu benar,

tetapi lisan mencari alasan untuk menolaknya.

Hati tahu harus meminta maaf,

tetapi ego berkata, “Aku tidak salah.”

Hati tahu harus berubah,

tetapi nafsu berkata, “Nanti saja.”

Hati tahu harus merendah,

tetapi gengsi berkata, “Harga diriku jatuh.”

Hati tahu harus kembali kepada Alloh,

tetapi dunia berkata, “Masih banyak waktu.”

Itulah mengingkari yang halus.

Tidak selalu terdengar keras,

tetapi diam-diam menutup pintu cahaya.

Sabda Lembut Lembar Ini

Kebenaran tidak menjadi kecil karena keluar dari lisan orang kecil.

Nasihat tidak menjadi hina karena datang dari orang sederhana.

Cahaya tidak kehilangan terang karena dibawa oleh tangan yang tidak dikenal.

Yang rugi bukan orang yang memberi nasihat,

tetapi hati yang menolak nasihat karena sombong.

Yang hina bukan orang yang mengingatkan,

tetapi jiwa yang merasa terlalu tinggi untuk diingatkan.

Peringatan untuk Jiwa yang Sedang Dibuka

Wahai jiwa,

bila engkau diberi rasa, jangan sombong dengan rasa.

Bila engkau diberi mimpi, jangan merasa pasti benar.

Bila engkau diberi tanda, jangan jadikan tanda itu untuk merendahkan orang.

Saring semuanya dengan adab.

Uji semuanya dengan Qur’an.

Tenangkan semuanya dengan sholat.

Bersihkan semuanya dengan taubat.

Karena cahaya yang benar tidak membuatmu kasar.

Cahaya yang benar tidak membuatmu merasa paling tinggi.

Cahaya yang benar membuatmu semakin lembut, semakin jujur, semakin takut menyakiti, dan semakin dekat kepada Alloh.

Doa Penutup Lembar

Ya Alloh,

jangan biarkan kami menolak kebenaran hanya karena pembawanya tidak kami sukai.

Jangan biarkan kami mengingkari nasihat karena gengsi.

Jangan biarkan kami menutup cahaya karena iri.

Jangan biarkan kami merasa lebih mulia daripada hamba-Mu yang lain.

Ajari kami menerima yang haq dengan hati lapang.

Ajari kami membedakan cahaya dari bisikan nafsu.

Ajari kami tunduk ketika kebenaran datang.

Sebab semua umat di hadapan-Mu sama,

kecuali yang ingkar setelah tahu,

dan mengingkari setelah hatinya disentuh cahaya.

Alloh Hu Akbar.


📜 Lembar Selanjutnya

QITAB YULQAR FAQROBBAH HUMULLOH

Pasal 6 — Yang Menolak Kesetaraan Hamba Sedang Menolak Adab

Bismillāhirraḥmānirraḥīm.

Wahai jiwa,

ketahuilah, orang yang belum mengenal dirinya sebagai hamba akan mudah merasa lebih tinggi dari hamba lain.

Ia melihat orang lain dari kurangnya.

Ia melihat dirinya dari lebihnya.

Ia menghitung salah orang lain,

tetapi lupa menghitung luka yang ia buat sendiri.

Padahal di hadapan Alloh,

semua manusia datang tanpa membawa mahkota dunia.

Semua manusia datang tanpa membawa pujian manusia.

Semua manusia datang tanpa membawa pangkat, gelar, dan kedudukan.

Yang dibawa hanyalah amal, niat, taubat, dan keadaan hati.

Maka barang siapa menolak bahwa semua hamba sama di pintu Alloh,

ia sedang lupa bahwa dirinya juga berasal dari tanah,

hidup karena rahmat,

dan akan kembali tanpa membawa apa-apa selain pertanggungjawaban.

Makna Kesetaraan di Hadapan Alloh

Kesetaraan bukan berarti semua amal sama.

Kesetaraan bukan berarti benar dan salah dicampur.

Kesetaraan bukan berarti dosa dianggap ringan.

Tetapi kesetaraan berarti:

tidak ada manusia yang boleh merasa menjadi pemilik rahmat Alloh.

Tidak ada manusia yang boleh berkata,

“Dia tidak mungkin diterima.”

Tidak ada manusia yang boleh berkata,

“Aku pasti lebih mulia.”

Tidak ada manusia yang boleh berkata,

“Pintu Alloh hanya untuk golonganku.”

Sebab Alloh memberi hidayah kepada siapa yang Dia kehendaki.

Alloh mengampuni siapa yang Dia kehendaki.

Alloh mengangkat siapa yang Dia kehendaki.

Dan Alloh mengetahui isi dada yang tidak diketahui manusia.

Tentang Orang yang Ingkar dan Mengingkari

Yang ingkar adalah orang yang menutup hati dari kebenaran.

Yang mengingkari adalah orang yang sudah melihat tanda, tetapi sengaja memalingkan wajah.

Ia tahu harus adil, tetapi memilih berat sebelah.

Ia tahu harus jujur, tetapi memilih menutup-nutupi.

Ia tahu harus rendah hati, tetapi memilih membesarkan diri.

Ia tahu harus kembali kepada Alloh, tetapi memilih mempertahankan ego.

Maka ingkar bukan hanya urusan mulut.

Ingkar bisa berada dalam sikap.

Ingkar bisa berada dalam keputusan.

Ingkar bisa berada dalam cara memandang manusia.

Bila seseorang memandang hamba lain seperti tidak punya hak untuk bertaubat,

maka ia sedang berdiri di tempat yang berbahaya.

Sebab rahmat Alloh bukan miliknya.

Sabda Lembut Lembar Ini

Jangan merasa tinggi karena engkau diberi ilmu.

Ilmu yang benar membuatmu semakin takut kepada Alloh.

Jangan merasa bersih karena engkau diberi amal.

Amal yang benar membuatmu semakin berharap ampunan Alloh.

Jangan merasa sampai karena engkau diberi rasa.

Rasa yang benar membuatmu semakin hati-hati menjaga adab.

Jangan merasa berhak menilai akhir orang lain.

Sebab akhir hidup manusia berada dalam genggaman Alloh.

Peringatan Batin

Wahai jiwa,

bila engkau melihat orang lain belum mengerti, ajari dengan lembut.

Bila engkau melihat orang lain masih keras, doakan dengan sabar.

Bila engkau melihat orang lain jatuh, jangan jadikan ia bahan hinaan.

Bila engkau melihat orang lain berubah, jangan tarik ia kembali ke masa lalunya.

Karena boleh jadi orang yang engkau anggap jauh sedang dipanggil pulang.

Dan boleh jadi engkau yang merasa dekat sedang diuji agar tidak jatuh oleh rasa bangga.

Maka jagalah hati.

Sebab kadang manusia tidak jatuh karena dosa yang tampak,

tetapi jatuh karena merasa dirinya tidak mungkin jatuh.

Doa Penutup Lembar

Ya Alloh,

jangan biarkan kami menjadi hamba yang merasa memiliki pintu rahmat-Mu.

Jangan biarkan kami mengukur manusia hanya dari masa lalunya.

Jangan biarkan kami menolak kebaikan hanya karena datang dari orang yang sederhana.

Jangan biarkan kami mengingkari cahaya karena hati kami tertutup oleh sombong.

Ya Alloh,

jadikan kami hamba yang adil dalam memandang,

lembut dalam menegur,

jujur dalam menerima kebenaran,

dan rendah hati ketika Engkau beri ilmu.

Sebab semua umat di hadapan-Mu sama,

kecuali yang ingkar,

mengingkari,

dan sengaja menutup diri dari cahaya kebenaran.

Alloh Hu Akbar.


📜 Lembar Selanjutnya

QITAB YULQAR FAQROBBAH HUMULLOH

Pasal 7 — Jangan Menutup Jalan Pulang Orang Lain

Bismillāhirraḥmānirraḥīm.

Wahai jiwa,

jangan engkau menjadi batu di jalan pulang saudaramu.

Bila ada orang ingin taubat, jangan engkau tertawakan masa lalunya.

Bila ada orang ingin belajar, jangan engkau rendahkan kebodohannya.

Bila ada orang ingin mendekat kepada Alloh, jangan engkau patahkan semangatnya dengan ucapan yang keras.

Sebab boleh jadi ia datang dengan hati yang remuk,

dengan dada yang penuh penyesalan,

dengan air mata yang tidak terlihat manusia.

Dan boleh jadi Alloh sedang menariknya pulang lewat jalan yang tidak engkau pahami.

Makna Jalan Pulang

Jalan pulang bukan hanya untuk orang yang sudah suci.

Jalan pulang justru dibuka bagi orang yang sadar dirinya kotor dan ingin dibersihkan.

Jalan pulang bukan hanya untuk orang alim.

Jalan pulang juga untuk orang awam yang jujur ingin mengenal Alloh.

Jalan pulang bukan hanya untuk orang yang tidak pernah salah.

Jalan pulang juga untuk orang yang pernah jatuh, lalu menangis meminta ampun.

Maka jangan berkata,

“Dia tidak pantas.”

Sebab siapa pun tidak pantas tanpa rahmat Alloh.

Jangan berkata,

“Dosanya terlalu besar.”

Sebab ampunan Alloh lebih besar daripada dosa hamba yang sungguh-sungguh bertaubat.

Jangan berkata,

“Dia sudah terlambat.”

Sebab selama nyawa belum sampai di tenggorokan, pintu taubat masih terbuka.

Tentang Ingkar yang Menutup Pintu

Orang yang ingkar kadang bukan hanya menolak kebenaran untuk dirinya.

Ia juga membuat orang lain takut mendekat.

Ia membuat agama terasa keras tanpa rahmat.

Ia membuat nasihat terasa seperti penghinaan.

Ia membuat ilmu terasa seperti senjata.

Ia membuat orang berdosa merasa tidak punya harapan.

Padahal jalan Alloh adalah jalan kebenaran dan kasih.

Ada hukum, tetapi ada rahmat.

Ada teguran, tetapi ada adab.

Ada larangan, tetapi ada pintu pulang.

Maka siapa yang menutup harapan orang bertaubat,

ia sedang tidak memahami luasnya rahmat Alloh.

Sabda Lembut Lembar Ini

Jangan pukul hati orang yang sedang ingin pulang.

Tuntunlah ia dengan lembut.

Jangan ungkit luka orang yang sedang ingin sembuh.

Doakan ia agar kuat.

Jangan jadikan masa lalu orang sebagai penjara.

Sebab Alloh mampu membukakan pintu baru bagi siapa pun yang Dia kehendaki.

Jangan merasa dirimu penjaga surga.

Sebab surga milik Alloh, rahmat milik Alloh, dan keputusan akhir milik Alloh.

Peringatan untuk Pembawa Nasihat

Wahai pembawa nasihat,

berbicaralah dengan hati yang sudah menunduk.

Jangan menasihati dengan dendam.

Jangan menegur dengan bangga.

Jangan meluruskan dengan niat mempermalukan.

Jangan membawa nama Alloh untuk memuaskan ego sendiri.

Sebab nasihat yang keluar dari kesombongan bisa melukai.

Tetapi nasihat yang keluar dari kasih bisa membuka pintu sadar.

Maka sebelum menegur orang lain, tegurlah dirimu sendiri.

Sebelum meluruskan orang lain, luruskan niatmu sendiri.

Sebelum menyebut kesalahan orang lain, ingatlah aibmu yang Alloh tutupi.

Doa Penutup Lembar

Ya Alloh,

jadikan kami hamba yang tidak menutup jalan pulang bagi siapa pun.

Bila ada yang salah, beri kami adab untuk menegur.

Bila ada yang jatuh, beri kami kasih untuk mendoakan.

Bila ada yang ingin taubat, beri kami hati lapang untuk menyambutnya.

Ya Alloh,

jangan jadikan lidah kami sebagai sebab orang menjauh dari-Mu.

Jangan jadikan sikap kami sebagai sebab orang takut kembali kepada-Mu.

Jangan jadikan ilmu kami sebagai tirai kesombongan.

Bukakan jalan pulang bagi kami,

bagi keluarga kami,

bagi saudara kami,

dan bagi semua hamba yang sedang mencari cahaya-Mu.

Sebab semua umat di hadapan-Mu sama,

kecuali yang ingkar, mengingkari,

dan sengaja memutus jalan rahmat bagi hamba lain.

Alloh Hu Akbar.


📜 Lembar Selanjutnya

QITAB YULQAR FAQROBBAH HUMULLOH

Pasal 8 — Jangan Membeda-bedakan Hamba dengan Kesombongan

Bismillāhirraḥmānirraḥīm.

Wahai jiwa,

berhati-hatilah ketika engkau mulai membeda-bedakan manusia dengan mata kesombongan.

Engkau memuliakan yang kaya,

tetapi merendahkan yang miskin.

Engkau mendekati yang punya nama,

tetapi mengabaikan yang sederhana.

Engkau menghormati yang tampak kuat,

tetapi melupakan yang lemah.

Padahal di hadapan Alloh,

semua hamba berdiri tanpa perhiasan dunia.

Yang tersisa bukan pakaian, bukan pangkat, bukan pengikut, bukan pujian.

Yang tersisa hanyalah hati, amal, taubat, dan kejujuran.

Makna Sama di Hadapan Alloh

Sama bukan berarti semua jalan benar.

Sama bukan berarti dosa dan taat tidak berbeda.

Sama bukan berarti ingkar dan iman disamakan.

Tetapi sama artinya:

semua manusia adalah hamba.

Semua membutuhkan rahmat.

Semua bisa jatuh.

Semua bisa ditolong.

Semua bisa berubah dengan izin Alloh.

Maka jangan merasa dirimu lebih aman daripada orang lain.

Jangan merasa masa depanmu pasti lebih baik daripada orang lain.

Jangan merasa amalmu sudah cukup menjadi jaminan.

Sebab hati manusia bisa berubah.

Yang jauh bisa didekatkan.

Yang dekat bisa diuji.

Yang berdosa bisa menangis taubat.

Yang beramal bisa jatuh karena sombong.

Tentang Ingkar yang Berpakaian Agama

Ada ingkar yang kasar,

jelas menolak kebenaran.

Tetapi ada juga ingkar yang halus,

berpakaian ilmu,

berbicara atas nama kebenaran,

namun hatinya penuh merendahkan.

Ia berkata membela agama,

tetapi lisannya menyakiti.

Ia berkata membawa nasihat,

tetapi niatnya ingin menang.

Ia berkata menjaga cahaya,

tetapi memadamkan harapan orang lain.

Maka berhati-hatilah, wahai jiwa.

Agama bukan alat untuk merasa lebih tinggi.

Ilmu bukan pedang untuk melukai.

Nasihat bukan panggung untuk membuktikan diri.

Agama adalah jalan tunduk.

Ilmu adalah jalan takut kepada Alloh.

Nasihat adalah jalan kasih yang diluruskan dengan adab.

Sabda Lembut Lembar Ini

Jangan hina orang yang belum sampai.

Sebab engkau pun pernah dituntun.

Jangan remehkan orang yang belum paham.

Sebab engkau pun pernah gelap.

Jangan bangga karena engkau diberi jalan.

Sebab jalan itu bisa tertutup bila engkau sombong.

Jangan merasa paling dipilih.

Sebab yang benar-benar dipilih akan semakin takut mengecewakan Alloh.

Peringatan Batin

Wahai jiwa,

bila Alloh menutup aibmu, jangan gunakan itu untuk membuka aib orang lain.

Bila Alloh memberimu ilmu, jangan gunakan itu untuk menghukum hati yang sedang belajar.

Bila Alloh memberimu rasa, jangan gunakan itu untuk merasa lebih tinggi.

Bila Alloh memberimu cahaya, jangan jadikan cahaya itu api yang membakar saudaramu.

Jadilah seperti lentera:

menerangi tanpa menyombongkan terang.

Menghangatkan tanpa membakar.

Menunjukkan jalan tanpa memaksa orang menyembah dirinya.

Doa Penutup Lembar

Ya Alloh,

bersihkan hati kami dari kesombongan yang halus.

Jangan biarkan kami memandang rendah hamba-Mu.

Jangan biarkan kami merasa lebih suci dari orang yang sedang Engkau bimbing.

Jangan biarkan kami menolak kebenaran hanya karena ia datang dari arah yang tidak kami sukai.

Ya Alloh,

jadikan kami hamba yang adil memandang manusia,

lembut dalam menasihati,

kuat dalam menjaga kebenaran,

dan rendah hati dalam menerima petunjuk.

Sebab semua umat di hadapan-Mu sama,

kecuali yang ingkar,

mengingkari,

dan memilih sombong setelah cahaya ditunjukkan.

Alloh Hu Akbar.


📜 Lembar Selanjutnya

QITAB YULQAR FAQROBBAH HUMULLOH

Pasal 9 — Jangan Jadikan Perbedaan Sebagai Alasan Membenci

Bismillāhirraḥmānirraḥīm.

Wahai jiwa,

Alloh menciptakan manusia berbeda-beda bukan agar saling merendahkan,

tetapi agar saling mengenal, saling belajar, dan saling menjaga adab.

Ada yang jalannya cepat.

Ada yang jalannya pelan.

Ada yang mudah paham.

Ada yang harus jatuh berkali-kali sebelum sadar.

Ada yang tampak kuat di luar, tetapi rapuh di dalam.

Ada yang tampak biasa, tetapi doanya menembus langit.

Maka jangan jadikan perbedaan sebagai alasan membenci.

Jangan benci karena dia belum sepaham denganmu.

Jangan hina karena dia belum sejalan denganmu.

Jangan tutup kasih hanya karena dia berbeda cara belajar, berbeda latar, berbeda pengalaman, atau berbeda luka.

Sebab semua manusia sedang berjalan menuju akhir yang sama:

kembali kepada Alloh membawa amalnya masing-masing.

Tentang Hati yang Mudah Menghakimi

Hati yang belum bersih mudah melihat salah orang lain.

Tetapi hati yang mulai disinari Alloh akan lebih dulu melihat kekurangan dirinya.

Ia tidak sibuk berkata,

“Orang itu sesat.”

“Orang itu hina.”

“Orang itu tidak pantas.”

Tetapi ia berkata,

“Ya Alloh, selamatkan aku dan dia.”

“Ya Alloh, tuntun aku dan dia.”

“Ya Alloh, jangan jadikan aku sombong karena merasa lebih benar.”

Karena orang yang benar-benar takut kepada Alloh tidak merasa aman dari kesalahan.

Ia tetap menegakkan kebenaran, tetapi tidak kehilangan kasih.

Ia tetap menolak kebatilan, tetapi tidak menutup pintu taubat bagi manusia.

Makna Ingkar dalam Perbedaan

Ingkar bisa muncul ketika seseorang menolak nasihat hanya karena yang menasihati bukan golongannya.

Ingkar bisa muncul ketika seseorang menolak kebaikan hanya karena datang dari orang yang pernah ia remehkan.

Ingkar bisa muncul ketika seseorang lebih memilih menang daripada benar.

Ingkar bisa muncul ketika seseorang membela kelompoknya, walau hatinya tahu ada yang keliru.

Maka berhati-hatilah, wahai jiwa.

Jangan sampai cinta pada diri sendiri, guru, kelompok, atau nama besar membuatmu menolak kebenaran.

Sebab kebenaran tetap kebenaran,

meski datang dari tempat yang tidak engkau sukai.

Dan kesalahan tetap kesalahan,

meski keluar dari orang yang engkau hormati.

Sabda Lembut Lembar Ini

Jangan membenci manusia karena ia belum sampai.

Doakan ia agar dituntun.

Jangan memusuhi orang karena ia belum paham.

Ajari dengan adab bila engkau mampu.

Jangan merasa paling dekat hanya karena engkau diberi rasa.

Sebab rasa tanpa adab bisa menjadi fitnah batin.

Jangan jadikan perbedaan sebagai tembok.

Jadikan ia cermin untuk belajar lebih rendah hati.

Peringatan Bagi Jiwa Pembawa Cahaya

Wahai pembawa cahaya,

cahaya yang benar tidak membuatmu kasar.

Cahaya yang benar tidak membuatmu senang menjatuhkan.

Cahaya yang benar tidak membuatmu mabuk pengakuan.

Cahaya yang benar membuatmu semakin menjaga ucapan.

Semakin lembut kepada yang lemah.

Semakin takut menyakiti hati.

Semakin cepat meminta maaf.

Semakin kuat menolak ego sendiri.

Jika cahaya membuatmu merendahkan orang lain,

periksalah kembali:

apakah itu benar cahaya,

atau hanya api nafsu yang menyamar sebagai terang?

Doa Penutup Lembar

Ya Alloh,

jangan jadikan perbedaan di antara kami sebagai sebab kebencian.

Satukan hati kami dalam adab.

Luruskan kami dalam kebenaran.

Lembutkan kami dalam menasihati.

Kuatkan kami dalam menolak kebatilan tanpa kehilangan rahmat.

Ya Alloh,

jauhkan kami dari ingkar karena gengsi.

Jauhkan kami dari mengingkari karena sombong.

Jauhkan kami dari menolak cahaya hanya karena pembawanya bukan orang yang kami sukai.

Sebab semua umat di hadapan-Mu sama,

kecuali yang menutup hati,

menolak kebenaran,

dan sengaja memadamkan jalan pulang.

Alloh Hu Akbar.


📜 Lembar Selanjutnya

QITAB YULQAR FAQROBBAH HUMULLOH

Pasal 10 — Semua Pulang Membawa Kejujuran Hati

Bismillāhirraḥmānirraḥīm.

Wahai jiwa,

pada akhirnya semua manusia akan pulang.

Yang kaya akan pulang.

Yang miskin akan pulang.

Yang kuat akan pulang.

Yang lemah akan pulang.

Yang dipuji akan pulang.

Yang dihina pun akan pulang.

Tidak ada satu pun yang menetap di dunia.

Tidak ada satu pun yang bisa membawa seluruh kebanggaannya.

Tidak ada satu pun yang mampu membeli keselamatan dengan nama besar.

Di hadapan Alloh,

yang tersembunyi akan terbuka.

Yang pura-pura akan tampak.

Yang jujur akan dikenali.

Yang sombong akan dipertanyakan.

Maka jangan sibuk memperindah penilaian manusia,

lalu lupa memperbaiki pandangan Alloh atas hatimu.

Makna Kejujuran Hati

Kejujuran hati bukan berarti tidak pernah salah.

Kejujuran hati adalah keberanian mengakui salah ketika sadar.

Kejujuran hati bukan berarti selalu kuat.

Kejujuran hati adalah mau kembali kepada Alloh ketika lemah.

Kejujuran hati bukan berarti selalu terang.

Kejujuran hati adalah tidak betah tinggal dalam gelap.

Kejujuran hati bukan berarti merasa suci.

Kejujuran hati adalah tahu bahwa diri selalu butuh ampunan.

Maka orang yang jujur tidak malu bertaubat.

Tidak berat meminta maaf.

Tidak gengsi menerima nasihat.

Tidak keras ketika kebenaran datang mengetuk dadanya.

Tentang Ingkar yang Menipu Diri

Ingkar yang paling halus adalah ketika seseorang menipu dirinya sendiri.

Ia tahu hatinya salah,

tetapi berkata, “Aku benar.”

Ia tahu lisannya melukai,

tetapi berkata, “Aku hanya menasihati.”

Ia tahu dirinya iri,

tetapi berkata, “Aku menjaga kebenaran.”

Ia tahu dirinya sombong,

tetapi berkata, “Aku hanya mempertahankan martabat.”

Wahai jiwa,

takutlah kepada tipu daya diri sendiri.

Sebab musuh yang paling dekat bukan selalu yang berada di luar,

tetapi nafsu yang bersembunyi di dalam dada.

Sabda Lembut Lembar Ini

Jangan takut terlihat kecil di hadapan manusia,

selama engkau jujur di hadapan Alloh.

Jangan takut mengaku salah,

sebab taubat lebih mulia daripada pembelaan ego.

Jangan takut kehilangan pujian,

sebab pujian manusia tidak menyelamatkan bila hati jauh dari Alloh.

Jangan takut berjalan pelan,

asal langkahmu menuju pulang.

Peringatan Batin

Wahai jiwa,

bila engkau diberi kedudukan, jangan lupa bahwa itu amanah.

Bila engkau diberi suara, jangan gunakan untuk melukai.

Bila engkau diberi pengikut, jangan jadikan mereka alat membesarkan diri.

Bila engkau diberi kitab, jangan jadikan kitab sebagai tembok pemisah antara engkau dan sesama hamba.

Karena kitab yang benar menuntun kepada rahmat.

Ilmu yang benar menuntun kepada adab.

Rasa yang benar menuntun kepada sujud.

Cahaya yang benar menuntun kepada kerendahan hati.

Doa Penutup Lembar

Ya Alloh,

jadikan kami hamba yang jujur di hadapan-Mu.

Bila kami salah, kuatkan kami untuk mengaku.

Bila kami gelap, tuntun kami menuju cahaya.

Bila kami sombong, lembutkan kami sebelum jatuh.

Bila kami terluka, sembuhkan kami tanpa membuat kami melukai orang lain.

Ya Alloh,

jangan biarkan kami ingkar kepada kebenaran yang sudah Engkau tunjukkan.

Jangan biarkan kami mengingkari nasihat karena gengsi.

Jangan biarkan kami menipu diri sendiri dengan nama kebaikan.

Sebab semua umat di hadapan-Mu sama,

dan yang membedakan hanyalah hati yang tunduk,

amal yang ikhlas,

taubat yang sungguh-sungguh,

serta adab kepada-Mu dan kepada sesama hamba-Mu.

Alloh Hu Akbar.


📜 Lembar Selanjutnya

QITAB YULQAR FAQROBBAH HUMULLOH

Pasal 11 — Jangan Mengukur Kemuliaan dari Banyaknya Pengikut

Bismillāhirraḥmānirraḥīm.

Wahai jiwa,

jangan engkau tertipu oleh banyaknya orang yang mengelilingimu.

Banyak pengikut bukan tanda pasti diterima.

Banyak pujian bukan tanda pasti benar.

Banyak yang mendengar bukan tanda hati sudah bersih.

Sebab kadang manusia ramai di hadapan manusia,

tetapi sepi di hadapan Alloh.

Dan kadang ada hamba yang tidak dikenal orang,

tidak dipuji,

tidak disebut,

tidak dianggap besar,

tetapi doanya lebih jujur daripada ribuan ucapan yang hanya mencari pengakuan.

Maka jangan ukur kemuliaan dari ramainya suara manusia.

Ukurlah dari tunduknya hati kepada Alloh.

Tentang Pengikut dan Amanah

Pengikut adalah amanah, bukan kebanggaan.

Bila ada yang mendengar ucapanmu,

jangan jadikan mereka tangga untuk membesarkan nama.

Bila ada yang percaya kepadamu,

jangan jadikan kepercayaan itu alat menguasai.

Bila ada yang datang membawa luka,

jangan engkau gunakan kelemahannya untuk merasa lebih kuat.

Sebab siapa pun yang diberi pengaruh,

akan dimintai pertanggungjawaban.

Apa yang engkau ajarkan?

Ke mana engkau arahkan?

Apakah engkau membawa mereka kepada Alloh,

atau kepada pengagungan dirimu sendiri?

Makna Sama di Hadapan-Nya

Di hadapan Alloh,

guru dan murid sama-sama hamba.

Pemimpin dan pengikut sama-sama hamba.

Orang yang bicara dan orang yang mendengar sama-sama hamba.

Tidak ada yang boleh merasa menjadi pusat cahaya.

Sebab cahaya hakiki milik Alloh.

Manusia hanya bisa menjadi jalan,

menjadi sebab,

menjadi pengingat,

menjadi cermin.

Maka bila engkau diberi tempat di hati manusia,

jangan duduk di sana sebagai raja.

Duduklah sebagai hamba yang takut salah jalan.

Tentang Ingkar karena Panggung

Ada orang yang awalnya mencari kebenaran,

lalu berubah mencari panggung.

Awalnya ingin menolong,

lalu ingin dikenal.

Awalnya ingin mengingatkan,

lalu ingin ditaati.

Awalnya ingin membawa cahaya,

lalu marah ketika cahayanya tidak dipuji.

Itulah ingkar yang halus.

Bukan ingkar dengan mulut,

tetapi ingkar dalam arah hati.

Ia masih menyebut Alloh,

tetapi diam-diam ingin dirinya yang dibesarkan.

Ia masih bicara tentang rahmat,

tetapi hatinya sakit bila orang lain lebih dihargai.

Ia masih bicara tentang kebenaran,

tetapi tidak mau dikoreksi.

Maka berhati-hatilah, wahai jiwa.

Panggung bisa menjadi tempat dakwah,

tetapi juga bisa menjadi tempat ego tumbuh.

Sabda Lembut Lembar Ini

Jangan bangga karena banyak yang mendengar.

Takutlah apakah yang engkau ucapkan benar.

Jangan bangga karena banyak yang mengikuti.

Takutlah apakah engkau menuntun mereka kepada Alloh.

Jangan bangga karena namamu disebut.

Takutlah bila namamu disebut, tetapi hatimu lupa bersujud.

Jangan bangga karena dianggap tinggi.

Sebab yang tinggi di mata manusia bisa jatuh bila kosong dari ikhlas.

Peringatan Batin

Wahai jiwa,

bila engkau diberi suara, jaga suaramu.

Jangan gunakan suara untuk menekan.

Jangan gunakan ilmu untuk menguasai.

Jangan gunakan nama ruhani untuk meminta pengakuan.

Jangan gunakan kitab untuk membuat orang takut kepadamu.

Gunakan semuanya untuk mengingatkan manusia kepada Alloh.

Gunakan semuanya untuk melembutkan hati.

Gunakan semuanya untuk mengajak taubat.

Gunakan semuanya untuk membangun adab.

Sebab amanah yang tidak dijaga bisa berubah menjadi fitnah.

Doa Penutup Lembar

Ya Alloh,

jangan jadikan kami hamba yang mabuk oleh pujian manusia.

Bila Engkau beri kami pengikut,

jadikan kami semakin takut kepada tanggung jawab.

Bila Engkau beri kami suara,

jadikan suara itu lembut dalam kebenaran.

Bila Engkau beri kami jalan untuk menasihati,

jangan biarkan nasihat kami tercampur ego.

Ya Alloh,

selamatkan kami dari ingkar yang lahir dari panggung,

dari sombong yang bersembunyi di balik ilmu,

dan dari keinginan dipandang mulia oleh manusia.

Sebab semua umat di hadapan-Mu sama,

kecuali yang ingkar,

mengingkari,

dan menjadikan amanah sebagai alat membesarkan diri.

Alloh Hu Akbar.


📜 Lembar Selanjutnya

QITAB YULQAR FAQROBBAH HUMULLOH

Pasal 12 — Jangan Menjadikan Ilmu Sebagai Tirai Kesombongan

Bismillāhirraḥmānirraḥīm.

Wahai jiwa,

ilmu adalah cahaya bila membuatmu tunduk.

Tetapi ilmu bisa menjadi tirai bila membuatmu merasa lebih tinggi.

Ilmu yang benar membuat hati semakin takut kepada Alloh.

Ilmu yang benar membuat lisan lebih hati-hati.

Ilmu yang benar membuat mata lebih lembut memandang kekurangan orang lain.

Tetapi bila ilmu membuatmu mudah menghina,

mudah membantah dengan kasar,

mudah merasa paling benar,

dan sulit menerima nasihat,

maka periksalah hatimu.

Boleh jadi yang engkau bawa bukan lagi cahaya ilmu,

tetapi bara ego yang memakai nama ilmu.

Makna Ilmu di Hadapan Alloh

Di hadapan Alloh,

orang berilmu tetap hamba.

Orang awam tetap hamba.

Guru tetap hamba.

Murid tetap hamba.

Yang membuat mulia bukan banyaknya kata,

tetapi benarnya adab.

Yang membuat tinggi bukan banyaknya hafalan,

tetapi tunduknya hati.

Yang membuat dekat bukan pandainya menjelaskan,

tetapi jujurnya jiwa dalam mengamalkan.

Maka jangan jadikan ilmu sebagai mahkota untuk meninggikan diri.

Jadikan ilmu sebagai lampu untuk menerangi jalan pulang.

Tentang Ingkar Karena Merasa Tahu

Ada orang menolak kebenaran bukan karena tidak paham,

tetapi karena merasa sudah paling paham.

Ketika diberi nasihat, ia berkata,

“Aku sudah tahu.”

Ketika ditegur, ia berkata,

“Aku lebih mengerti.”

Ketika diajak merendah, ia berkata,

“Aku sudah sampai.”

Padahal orang yang benar-benar tahu

akan semakin sadar bahwa dirinya belum tahu apa-apa

di hadapan luasnya ilmu Alloh.

Maka takutlah kepada rasa merasa tahu.

Sebab kadang ia lebih berbahaya daripada kebodohan.

Orang bodoh masih bisa belajar.

Tetapi orang yang merasa paling tahu

sering menutup pintu belajar dari dirinya sendiri.

Sabda Lembut Lembar Ini

Ilmu tanpa adab menjadi keras.

Adab tanpa ilmu masih bisa dituntun.

Tetapi ilmu yang disertai adab menjadi cahaya yang menenangkan.

Jangan bangga karena engkau bisa menjawab.

Takutlah bila jawabanmu melukai.

Jangan bangga karena engkau bisa menjelaskan.

Takutlah bila penjelasanmu membuatmu sombong.

Jangan bangga karena engkau tahu banyak.

Sebab yang paling mengetahui hanyalah Alloh.

Peringatan Batin

Wahai jiwa,

bila Alloh menitipkan ilmu kepadamu,

jangan gunakan untuk menutup mulut orang lain.

Gunakan ilmu untuk membuka jalan.

Gunakan ilmu untuk menenangkan yang bingung.

Gunakan ilmu untuk menguatkan yang lemah.

Gunakan ilmu untuk menuntun yang tersesat.

Gunakan ilmu untuk memperbaiki dirimu sebelum memperbaiki orang lain.

Sebab ilmu yang tidak diamalkan

akan menjadi saksi.

Ilmu yang dipakai untuk sombong

akan menjadi beban.

Ilmu yang dipakai untuk merendahkan manusia

akan menjadi gelap di dalam dada.

Doa Penutup Lembar

Ya Alloh,

jadikan ilmu kami sebagai cahaya, bukan tirai.

Jangan biarkan kami merasa tinggi karena tahu sedikit.

Jangan biarkan kami menolak nasihat karena merasa lebih paham.

Jangan biarkan kami mengingkari kebenaran karena takut kehilangan wibawa.

Ya Alloh,

beri kami ilmu yang melahirkan adab,

adab yang melahirkan kasih,

kasih yang melahirkan taubat,

dan taubat yang membawa kami pulang kepada-Mu.

Sebab semua umat di hadapan-Mu sama,

kecuali yang ingkar,

mengingkari,

dan menjadikan ilmu sebagai alat kesombongan.

Alloh Hu Akbar.


📜 Lembar Selanjutnya

QITAB YULQAR FAQROBBAH HUMULLOH

Pasal 13 — Jangan Merasa Paling Bersih di Antara yang Berdosa

Bismillāhirraḥmānirraḥīm.

Wahai jiwa,

jangan engkau merasa paling bersih hanya karena dosa orang lain terlihat,

sedangkan dosamu masih Alloh tutupi.

Jangan engkau merasa paling suci hanya karena orang lain pernah jatuh,

sedangkan engkau belum diuji dengan ujian yang sama.

Jangan engkau merasa paling selamat hanya karena hari ini engkau masih berdiri,

sebab hati manusia berada dalam genggaman Alloh.

Bisa jadi orang yang engkau anggap kotor

sedang menangis di malam hari meminta ampun.

Bisa jadi orang yang engkau anggap hina

sedang dicuci oleh penyesalan.

Bisa jadi orang yang engkau anggap jauh

sedang dipanggil Alloh dengan cara yang tidak engkau lihat.

Maka jangan mudah menilai akhir seorang hamba.

Makna Dosa yang Ditutupi

Setiap manusia punya sisi yang tidak ingin diketahui orang lain.

Ada salah yang pernah dilakukan.

Ada niat yang pernah kotor.

Ada ucapan yang pernah melukai.

Ada masa lalu yang membuat hati malu bila dibuka.

Tetapi Alloh menutupinya.

Maka bila aibmu ditutup, jangan gunakan lisanmu untuk membuka aib orang lain.

Bila dosamu tidak diumumkan, jangan jadikan hidup orang lain sebagai bahan hinaan.

Bila Alloh masih memberimu kesempatan, jangan sempitkan kesempatan orang lain untuk bertaubat.

Sebab orang yang sadar dirinya banyak dosa akan lebih lembut kepada sesama.

Ia tetap membenci kesalahan, tetapi tidak menghancurkan harapan orang yang salah.

Tentang Ingkar karena Merasa Suci

Ada ingkar yang tumbuh dari rasa suci.

Ia berkata,

“Aku tidak seperti dia.”

Ia berkata,

“Aku lebih baik dari mereka.”

Ia berkata,

“Aku sudah bersih, mereka masih kotor.”

Padahal kalimat seperti itu bisa menjadi pintu jatuhnya hati.

Sebab yang benar-benar bersih tidak sibuk mengumumkan kebersihannya.

Yang benar-benar dekat tidak sibuk menghina yang jauh.

Yang benar-benar diberi cahaya tidak senang melihat orang lain tenggelam dalam gelap.

Wahai jiwa,

takutlah kepada kesombongan yang lahir dari amal.

Takutlah kepada ujub yang lahir dari ibadah.

Takutlah kepada keras hati yang lahir dari merasa benar.

Karena dosa yang disesali bisa menjadi pintu taubat.

Tetapi amal yang disombongkan bisa menjadi tirai gelap.

Sabda Lembut Lembar Ini

Jangan tertawa melihat jatuhnya orang lain.

Doakan agar ia bangun.

Jangan bangga karena dosamu belum tampak.

Bersyukurlah karena Alloh masih menutupinya.

Jangan merasa lebih bersih dari pendosa.

Sebab engkau pun selamat hanya karena rahmat Alloh.

Jangan gunakan kebenaran untuk melukai.

Gunakan kebenaran untuk menuntun dengan adab.

Peringatan Batin

Wahai jiwa,

bila engkau melihat orang lain salah, jangan langsung merasa tinggi.

Tanyakan kepada dirimu:

“Apakah aku sudah bersih?”

“Apakah aku tidak punya dosa?”

“Apakah aku sanggup bila aibku dibuka?”

“Apakah aku menegur karena kasih, atau karena ingin terlihat benar?”

Bila jawabanmu belum jernih, diamlah sejenak.

Bersihkan niatmu.

Minta petunjuk kepada Alloh.

Baru berbicaralah dengan adab.

Sebab nasihat yang keluar dari hati sombong bisa menjadi luka.

Tetapi nasihat yang keluar dari hati takut kepada Alloh bisa menjadi obat.

Doa Penutup Lembar

Ya Alloh,

jangan jadikan kami hamba yang merasa paling bersih.

Tutupilah aib kami,

ampunilah dosa kami,

lembutkan hati kami kepada orang yang sedang jatuh,

dan tuntun kami agar tidak menghina hamba yang sedang Engkau panggil pulang.

Ya Alloh,

jauhkan kami dari ingkar karena merasa suci.

Jauhkan kami dari mengingkari taubat orang lain.

Jauhkan kami dari lisan yang mudah menghukum,

sedangkan hati kami sendiri masih penuh kekurangan.

Sebab semua umat di hadapan-Mu sama,

kecuali yang ingkar,

mengingkari,

dan merasa dirinya tidak lagi membutuhkan ampunan-Mu.

Alloh Hu Akbar.


📜 Lembar Terakhir ke-14

QITAB YULQAR FAQROBBAH HUMULLOH

Pasal 14 — Semua Akan Dihadapkan kepada Yang Maha Adil

Bismillāhirraḥmānirraḥīm.

Wahai jiwa,

inilah lembar penutup bagi hati yang sedang belajar merendah.

Pada akhirnya, semua manusia akan berdiri di hadapan Alloh.

Tidak ada yang membawa kesombongan.

Tidak ada yang mampu bersembunyi di balik nama besar.

Tidak ada yang dapat menukar amal dengan pujian manusia.

Yang dahulu tinggi akan ditanya.

Yang dahulu rendah akan ditanya.

Yang dahulu berbicara akan ditanya.

Yang dahulu diam pun akan ditanya.

Sebab Alloh Maha Melihat.

Melihat yang tampak.

Melihat yang tersembunyi.

Melihat niat di balik amal.

Melihat luka di balik senyum.

Melihat ego di balik nasihat.

Melihat taubat di balik air mata.

Makna Terakhir Qitab Ini

Yulqar Faqrobbah Humulloh mengajarkan:

Semua umat di hadapan Alloh adalah hamba.

Tidak ada yang pantas menyombongkan diri.

Tidak ada yang pantas menghina sesama.

Tidak ada yang pantas menutup pintu rahmat bagi orang lain.

Yang membedakan bukan wajah.

Bukan pangkat.

Bukan banyaknya pengikut.

Bukan cerita gaib.

Bukan nama ruhani.

Bukan kitab yang dibaca.

Bukan suara yang didengar manusia.

Yang membedakan adalah hati yang tunduk,

iman yang dijaga,

taubat yang sungguh-sungguh,

amal yang ikhlas,

dan adab kepada Alloh serta sesama makhluk.

Tentang yang Ingkar dan Mengingkari

Yang ingkar adalah hati yang sudah melihat tanda,

tetapi memilih menutup mata.

Yang mengingkari adalah hati yang sudah tahu kebenaran,

tetapi sengaja memalingkan diri karena ego, gengsi, iri, sombong, atau kepentingan dunia.

Maka takutlah kepada ingkar yang halus.

Takutlah kepada sombong yang memakai pakaian ilmu.

Takutlah kepada nafsu yang menyamar sebagai pembela kebenaran.

Takutlah kepada lisan yang menyebut Alloh, tetapi hatinya masih suka merendahkan hamba Alloh.

Sebab jalan yang benar tidak membuat manusia merasa menjadi Tuhan atas manusia lain.

Jalan yang benar membuat manusia semakin sadar:

“Aku hanyalah hamba.

Aku butuh ampunan.

Aku butuh dituntun.

Aku tidak selamat kecuali karena rahmat Alloh.”

Sabda Penutup Lembar Ini

Jangan merasa paling dekat.

Dekatlah dengan merendah.

Jangan merasa paling suci.

Sucilah dengan taubat.

Jangan merasa paling tahu.

Tahulah bahwa ilmu Alloh tidak terbatas.

Jangan merasa paling benar.

Benarlah dengan adab, bukan dengan kesombongan.

Jangan merasa paling bercahaya.

Bercahayalah dengan kasih, bukan dengan membakar hati orang lain.

Amanat Terakhir

Wahai jiwa,

bila engkau membawa ilmu, bawalah dengan lembut.

Bila engkau membawa nasihat, bawalah dengan kasih.

Bila engkau membawa kitab, bawalah dengan rendah hati.

Bila engkau membawa cahaya, jangan jadikan ia alasan untuk menghina gelap orang lain.

Sebab cahaya yang benar adalah cahaya yang menuntun pulang.

Bukan cahaya yang membuat dada membesar.

Bukan cahaya yang membuat lidah kasar.

Bukan cahaya yang membuat manusia mabuk pengakuan.

Cahaya yang benar membuatmu semakin takut kepada Alloh,

semakin menjaga sholat,

semakin halus adab,

semakin mudah memaafkan,

semakin cepat bertaubat,

dan semakin sadar bahwa semua hanya titipan.

Doa Khatam Qitab

Ya Alloh,

dengan rahmat-Mu kami tutup qitab ini.

Jangan jadikan tulisan ini sebagai sebab kesombongan,

tetapi jadikan ia cermin untuk merendahkan hati.

Jangan jadikan ilmu kami sebagai tirai,

tetapi jadikan ia jalan menuju adab.

Jangan jadikan lisan kami sebagai luka,

tetapi jadikan ia sebab orang lain ingat kepada-Mu.

Ya Alloh,

ampuni kami bila pernah merasa lebih baik dari hamba-Mu.

Ampuni kami bila pernah menolak nasihat karena gengsi.

Ampuni kami bila pernah mengingkari kebenaran karena ego.

Ampuni kami bila pernah menutup jalan pulang orang lain dengan kata-kata kami.

Bukakan hati kami untuk menerima yang haq.

Kuatkan kami untuk meninggalkan yang batil.

Lembutkan kami kepada sesama.

Teguhkan kami dalam iman.

Jaga kami dari ingkar dan mengingkari.

Sebab semua umat di hadapan-Mu sama,

kecuali yang menolak cahaya setelah Engkau tunjukkan,

dan yang sengaja memadamkan jalan rahmat setelah Engkau bukakan.

Allohumma ij‘alnā min ‘ibādika al-mutawāḍi‘īn.

Ya Alloh, jadikan kami termasuk hamba-hamba-Mu yang rendah hati.

Khatam Qitab Yulqar Faqrobbah Humulloh.

Alloh Hu Akbar.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

KITAB NURUL AWWAL AYAT 1-288

AYAT NURUL AWWAL 289-500

Apa Manfaat Nama Ruh