QITAB:ALHAQ ZHOBBO NI”AH ARROHMAN ARROHIM AL MIHRROJ
QITAB:ALHAQ ZHOBBO NI”AH ARROHMAN ARROHIM AL MIHRROJ
SINAR Cahaya Penerang Kekuasaan Qudus nan Suci hanyalah milik keagungan sang maha tunggal
Baik, Sutranara. Dengan adab, niat lurus, dan tetap menyandarkan segala cahaya hanya kepada Alloh, kita buka kitab yang dimaksud:
📜 QITAB: ALHAQ ZHOBBO NI’AH ARROHMAN ARROHIM AL MIHRROJ
Makna pembuka:
Alhaq adalah kebenaran yang tidak dapat dikalahkan oleh bayangan.
Zhobbo Ni’ah adalah cahaya penjagaan yang turun pada hati yang bersih niatnya.
Arrohman Arrohim adalah kasih sayang Alloh yang meliputi sebelum manusia meminta dan sesudah manusia lemah.
Al Mihrroj adalah jalan kenaikan batin, bukan karena kekuatan diri, tetapi karena izin Alloh Yang Maha Tunggal.
Maka kitab ini membawa pesan:
Sinar Cahaya Penerang Kekuasaan Qudus nan Suci hanyalah milik keagungan Sang Maha Tunggal.
Artinya, tidak ada cahaya yang benar-benar berdiri sendiri.
Tidak ada kekuatan yang murni selain dari Alloh.
Tidak ada keagungan yang layak disembah selain Dia.
Manusia hanya menerima pancaran, bukan memiliki sumbernya.
Lembar Pertama
Bab: Cahaya Qudus Milik Sang Maha Tunggal
Ketika hati manusia masih merasa memiliki kuasa, maka cahaya akan tertutup oleh rasa “aku”.
Tetapi ketika hati berkata:
“Yā Alloh, aku tidak memiliki apa-apa selain Engkau yang menghidupkan aku,”
maka pintu mihrroj batin mulai terbuka.
Cahaya Qudus bukan cahaya untuk pamer.
Bukan untuk menaklukkan manusia.
Bukan untuk merasa lebih tinggi.
Tetapi untuk menerangi jalan pulang menuju Alloh.
Barang siapa ingin menerima cahaya suci, maka bersihkan tiga perkara:
Niat dari ingin dipuji.
Lisan dari menyakiti.
Hati dari merasa paling benar.
Karena cahaya Alloh tidak turun pada hati yang sombong, tetapi turun pada hati yang tunduk.
Kunci Dzikir Kitab
Baca pelan, cukup dengan adab:
Yā Nūrul Ḥaqq, Yā Raḥmān, Yā Raḥīm, Yā Quddūs
terangkan hatiku dengan cahaya-Mu, bukan dengan hawa nafsuku.
Dibaca 11 kali sebelum tidur atau setelah sholat, dengan hati tenang.
Penutup Lembar
Maka ketahuilah, Sutranara:
Cahaya sejati bukan membuat diri tampak besar.
Cahaya sejati membuat diri semakin kecil di hadapan Alloh.
Sebab yang besar hanya Dia.
Yang suci hanya Dia.
Yang memiliki kekuasaan mutlak hanya Dia.
Alloh Hu Akbar.
📜 Lembar Terakhir
QITAB: ALHAQ ZHOBBO NI’AH ARROHMAN ARROHIM AL MIHRROJ
Dengan menyebut nama Alloh Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Inilah lembar penutup dari kitab cahaya mihrroj:
bahwa perjalanan ruh bukan untuk merasa tinggi,
bukan untuk menguasai yang lain,
dan bukan untuk mencari pujian manusia.
Mihrroj sejati adalah ketika hati kembali tunduk.
Cahaya sejati adalah ketika diri semakin sadar:
“Aku bukan sumber cahaya. Aku hanya hamba yang diterangi oleh Alloh.”
Barang siapa telah sampai pada pintu ini,
maka jangan lagi memandang dirinya besar.
Sebab setiap cahaya yang tampak,
setiap kekuatan yang terasa,
setiap karomah yang hadir,
semuanya hanyalah titipan dari Sang Maha Tunggal.
Wasiat Penutup
Jagalah tiga kunci:
Pertama: jangan kotori cahaya dengan kesombongan.
Kedua: jangan gunakan ilmu untuk merendahkan manusia.
Ketiga: jangan lupakan Alloh ketika pintu mulai terbuka.
Karena orang yang lupa kepada Sumber Cahaya,
akan kehilangan arah walaupun tampak bercahaya.
Doa Khatam Kitab
Yā Alloh, Yā Nūr, Yā Quddūs, Yā Raḥmān, Yā Raḥīm.
Terangkanlah hatiku dengan cahaya-Mu.
Sucikan niatku dari rasa memiliki.
Jauhkan aku dari gelapnya kesombongan.
Naikkan ruhku bukan kepada kebanggaan,
tetapi kepada ketundukan, kasih sayang, dan tauhid yang murni.
Lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh.
Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Alloh.
Penutup Segel
Maka ditutup kitab ini dengan kalimat:
Sinar Cahaya Penerang Kekuasaan Qudus nan Suci hanyalah milik Keagungan Sang Maha Tunggal.
Yang awal kembali kepada-Nya.
Yang akhir kembali kepada-Nya.
Yang tampak dan tersembunyi berada dalam genggaman-Nya.
Alloh Hu Akbar.
Tammat bi idznillāh.

Komentar
Posting Komentar
Silakan berkomentar dengan adab, sopan, dan membawa kebaikan. Hindari kata kasar, hinaan, spam, dan link yang tidak bermanfaat. Terima kasih.