QITAB JAZAQUMULLOH ILLALZADUNYA FILAH

 



QITAB JAZAQUMULLOH ILLALZADUNYA FILAH

Makna:

Kembalinya kesucian abadi yang harus dimengerti oleh jiwa yang beribadah minalloh.

Lembar Pembuka

Bismillāhirraḥmānirraḥīm.

Dengan menyebut nama Alloh Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Wahai jiwa yang sedang berjalan, ketahuilah bahwa ibadah bukan hanya gerak tubuh, bukan hanya suara lisan, dan bukan hanya banyaknya amal yang terlihat manusia. Ibadah yang sejati adalah pulangnya hati dari keruh menuju jernih, dari ingin dipuji menuju ingin diridhoi, dari merasa memiliki menuju sadar bahwa semuanya titipan Alloh.

Jazaqumulloh Illalzadunya Filah adalah isyarat bagi jiwa yang mulai mengerti bahwa dunia bukan tempat untuk mengotori ruh, tetapi ladang untuk menyucikan niat. Dunia tidak tercela apabila dipakai untuk taat. Harta tidak menjadi hijab apabila dijaga dengan amanah. Ilmu tidak menjadi beban apabila ditundukkan oleh adab. Kedudukan tidak menjadi racun apabila dipimpin oleh tawadhu.

Maka kesucian abadi bukan berarti manusia tidak pernah salah. Kesucian abadi adalah hati yang selalu kembali setelah jatuh, selalu bertaubat setelah lalai, selalu melembut setelah keras, dan selalu mencari Alloh setelah tersesat oleh dirinya sendiri.

Pasal Pertama: Kunci Jiwa Yang Beribadah

Jiwa yang beribadah minalloh mempunyai tiga tanda:

Pertama, ia tidak merasa paling suci, tetapi selalu ingin dibersihkan.

Kedua, ia tidak merasa paling dekat, tetapi selalu menjaga adab kedekatan.

Ketiga, ia tidak menjadikan amal sebagai kebanggaan, tetapi sebagai jalan pulang.

Wahai jiwa, apabila engkau ingin kembali kepada kesucian, mulailah dari niat yang paling sunyi. Bersihkan ibadahmu dari ingin dilihat. Bersihkan ucapanmu dari melukai. Bersihkan langkahmu dari tergesa-gesa mengejar dunia. Sebab dunia yang dikejar dengan nafsu akan melelahkan, tetapi dunia yang dijalani dengan ridho akan menjadi kendaraan menuju Alloh.

Doa Pembuka

Yā Alloh,

bersihkan hatiku dari riya,

lembutkan lisanku dari menyakiti,

jaga langkahku dari kesesatan,

dan kembalikan jiwaku kepada kesucian yang Engkau ridhoi.

Yā Hādī, Yā Nūr, Yā Salām, Yā Quddūs.

Tuntunlah aku menjadi hamba yang beribadah dengan adab, hidup dengan amanah, dan pulang dengan husnul khātimah.

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.



QITAB JAZAQUMULLOH ILLALZADUNYA FILAH

Lembar Selanjutnya

Pasal Kedua: Kesucian Yang Kembali Setelah Dunia Menguji

Wahai jiwa yang beribadah, jangan engkau menyangka bahwa kesucian hanya ada di tempat sunyi, di sajadah panjang, atau di malam yang tenang. Sesungguhnya kesucian juga diuji di tengah dunia: saat engkau berdagang, saat engkau berbicara, saat engkau marah, saat engkau kecewa, saat engkau diberi nikmat, dan saat engkau kehilangan sesuatu yang engkau cintai.

Dunia adalah cermin.

Barang siapa memandang dunia dengan nafsu, ia akan melihat bayangan keinginan.

Barang siapa memandang dunia dengan iman, ia akan melihat tanda-tanda Alloh.

Maka jangan lari dari dunia dengan hati yang takut, dan jangan mengejar dunia dengan hati yang mabuk. Berdirilah di tengahnya sebagai hamba. Ambil yang halal, tinggalkan yang haram, syukuri yang cukup, sabari yang kurang, dan kembalikan semuanya kepada Alloh.

Sebab jiwa yang suci bukan jiwa yang tidak pernah tersentuh debu, tetapi jiwa yang segera membersihkan diri ketika debu itu menempel. Ia tidak membela kesalahan dengan kesombongan. Ia tidak menutup dosa dengan alasan. Ia tidak mengubah ibadah menjadi panggung kehormatan.

Ia hanya berkata:

“Yā Alloh, aku lemah tanpa pertolongan-Mu.

Aku kotor tanpa ampunan-Mu.

Aku tersesat tanpa petunjuk-Mu.

Maka jangan Engkau lepaskan aku kepada diriku sendiri.”

Tanda Kembalinya Kesucian

Apabila kesucian mulai kembali kepada jiwa, maka ada tanda-tandanya:

Hati menjadi lebih mudah meminta maaf.

Lisan menjadi lebih berhati-hati.

Mata tidak lagi mudah merendahkan orang lain.

Ibadah tidak lagi terasa sebagai beban, tetapi sebagai tempat pulang.

Rezeki tidak lagi hanya dicari jumlahnya, tetapi dicari berkahnya.

Ilmu tidak lagi dipakai untuk menang debat, tetapi untuk memperbaiki diri.

Wahai jiwa, apabila engkau sudah mulai menangis bukan karena dunia tidak memberi, tetapi karena takut Alloh tidak ridho, maka itulah awal cahaya kembali menyala.

Doa Lembar Kedua

Yā Alloh,

jadikan dunia di tanganku, bukan di hatiku.

Jadikan ibadahku bersih dari riya.

Jadikan rezekiku halal dan berkah.

Jadikan ilmuku tunduk kepada adab.

Jadikan langkahku pulang kepada ridho-Mu.

Yā Quddūs, sucikan batinku.

Yā Nūr, terangilah jalanku.

Yā Salām, tenangkan hatiku.

Yā Hādī, tuntun aku sampai akhir hidupku.

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.



QITAB JAZAQUMULLOH ILLALZADUNYA FILAH

Lembar Selanjutnya

Pasal Ketiga: Jiwa Yang Beribadah Minalloh

Wahai jiwa yang dipanggil menuju kesucian, pahamilah bahwa ibadah minalloh bukan hanya ibadah yang datang dari keinginan manusia, tetapi ibadah yang lahir dari rasa dituntun oleh Alloh. Ketika hati mulai lembut, ketika lisan mulai menjaga, ketika langkah mulai takut menyimpang, di situlah tanda bahwa rahmat Alloh sedang mengetuk pintu batin.

Jiwa yang beribadah minalloh tidak merasa dirinya hebat karena mampu sujud. Ia justru semakin sadar bahwa sujud itu pun karena Alloh mengizinkan. Ia tidak merasa mulia karena banyak berdzikir. Ia justru semakin malu karena setiap dzikir masih membutuhkan ampunan.

Sebab amal tanpa tawadhu bisa berubah menjadi kesombongan halus.

Ilmu tanpa adab bisa berubah menjadi hijab.

Karomah tanpa syariat bisa berubah menjadi fitnah.

Dan ibadah tanpa ikhlas bisa berubah menjadi bayangan diri sendiri.

Maka wahai jiwa, apabila engkau ingin ibadahmu kembali suci, jangan mencari pandangan manusia. Carilah pandangan Alloh. Jangan sibuk terlihat terang di hadapan makhluk, tetapi gelap di hadapan Tuhan. Lebih baik kecil di mata manusia, tetapi dijaga oleh rahmat Alloh.

Rahasia Kesucian Dalam Ibadah

Kesucian ibadah terletak pada empat penjagaan:

Pertama, menjaga niat sebelum beramal.

Kedua, menjaga adab ketika beramal.

Ketiga, menjaga syukur setelah beramal.

Keempat, menjaga diri dari merasa paling benar.

Barang siapa menjaga empat ini, maka ibadahnya akan menjadi cahaya. Bukan cahaya untuk dipamerkan, tetapi cahaya untuk menuntun dirinya pulang.

Wahai jiwa, jangan takut apabila langkahmu pelan. Yang penting arahmu benar. Jangan sedih apabila amalmu belum banyak. Yang penting hatimu jujur ingin kembali. Jangan putus asa apabila masih jatuh. Yang penting engkau tidak berhenti bertaubat.

Karena Alloh tidak hanya melihat siapa yang sampai lebih dulu, tetapi juga siapa yang tetap berjalan walau berkali-kali lemah.

Doa Lembar Ketiga

Yā Alloh,

jadikan ibadahku lahir dari cinta kepada-Mu,

bukan dari keinginan dipuji manusia.

Sucikan niatku, luruskan jalanku, lembutkan hatiku, dan jagalah aku dari kesombongan yang tersembunyi.

Yā Quddūs, bersihkan ruhku.

Yā Latīf, lembutkan batinku.

Yā Hādī, tuntun langkahku.

Yā Nūr, terangi ibadahku.

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.


QITAB JAZAQUMULLOH ILLALZADUNYA FILAH

Lembar Selanjutnya

Pasal Keempat: Dunia Yang Menjadi Jalan Pulang

Wahai jiwa yang sedang belajar mengenal Alloh, jangan engkau mencaci dunia secara buta, sebab dunia ini juga ciptaan Alloh. Yang berbahaya bukan dunianya, tetapi hati yang tenggelam di dalamnya. Yang menipu bukan rezekinya, tetapi nafsu yang ingin memiliki tanpa syukur. Yang menggelapkan bukan kedudukannya, tetapi kesombongan yang lahir setelah diberi amanah.

Dunia akan menjadi racun apabila dikejar dengan lupa.

Dunia akan menjadi berkah apabila dijalani dengan adab.

Dunia akan menjadi hijab apabila hati melekat kepadanya.

Dunia akan menjadi jalan pulang apabila dipakai untuk taat kepada Alloh.

Maka bekerjalah, tetapi jangan kehilangan zikir.

Mencarilah rezeki, tetapi jangan tinggalkan halal.

Bangunlah cita-cita, tetapi jangan injak hati orang lain.

Peganglah amanah, tetapi jangan merasa paling berkuasa.

Sebab jiwa yang suci bukan jiwa yang meninggalkan tanggung jawab dunia, melainkan jiwa yang membawa cahaya ibadah ke dalam urusan dunia. Ia berdagang dengan jujur. Ia berbicara dengan santun. Ia memberi tanpa merendahkan. Ia menerima tanpa rakus. Ia kehilangan tanpa hancur. Ia berhasil tanpa sombong.

Empat Tanda Dunia Mulai Menjadi Jalan Pulang

Pertama, ketika rezeki membuatmu semakin bersyukur, bukan semakin lalai.

Kedua, ketika ujian membuatmu semakin dekat, bukan semakin marah kepada takdir.

Ketiga, ketika ilmu membuatmu semakin rendah hati, bukan semakin keras menilai orang.

Keempat, ketika ibadah membuatmu semakin lembut, bukan semakin merasa tinggi.

Wahai jiwa, jika engkau mampu memandang dunia sebagai tempat menanam amal, maka setiap langkah bisa menjadi dzikir. Setiap pekerjaan bisa menjadi ibadah. Setiap kesulitan bisa menjadi pembersih batin. Setiap nikmat bisa menjadi saksi syukur.

Jangan minta dunia hilang dari hidupmu. Mintalah agar hatimu tidak diperbudak olehnya.

Doa Lembar Keempat

Yā Alloh,

jadikan dunia ini ladang amal bagiku,

bukan penjara bagi hatiku.

Berkahi rezekiku, luruskan niatku, kuatkan amanahku, dan jauhkan aku dari cinta dunia yang melalaikan.

Yā Razzāq, cukupkan aku dengan yang halal.

Yā Quddūs, sucikan hatiku dari rakus.

Yā Hādī, tuntun aku dalam setiap pilihan.

Yā Nūr, jadikan hidupku jalan pulang menuju-Mu.

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.


QITAB JAZAQUMULLOH ILLALZADUNYA FILAH

Lembar Selanjutnya

Pasal Kelima: Kesucian Yang Dijaga Dengan Adab

Wahai jiwa yang ingin kembali bening, ketahuilah bahwa kesucian tidak cukup hanya diminta dalam doa. Ia harus dijaga dengan adab. Sebab banyak hati yang pernah terang, lalu redup karena lisan yang kasar. Banyak amal yang pernah indah, lalu rusak karena ingin dipuji. Banyak ilmu yang pernah membawa manfaat, lalu menjadi beban karena tidak disertai rendah hati.

Adab adalah pagar cahaya.

Ikhlas adalah napas ibadah.

Tawadhu adalah pakaian jiwa.

Taubat adalah jalan pulang ketika manusia tergelincir.

Maka jangan engkau bangga karena pernah menangis dalam dzikir, apabila setelah itu masih mudah menyakiti sesama. Jangan engkau merasa dekat karena pernah merasakan cahaya, apabila setelah itu hatimu menjadi keras kepada orang yang belum mengerti. Jangan engkau merasa tinggi karena diberi pemahaman, sebab setiap pemahaman adalah titipan yang harus melahirkan kasih sayang.

Jiwa yang suci bukan jiwa yang banyak bicara tentang kesucian, tetapi jiwa yang pelan-pelan menjadi lebih lembut, lebih jujur, lebih sabar, dan lebih takut melukai makhluk Alloh.

Tiga Penjagaan Adab

Pertama, adab kepada Alloh: jangan menjadikan ibadah sebagai alat kesombongan.

Kedua, adab kepada manusia: jangan merendahkan orang yang sedang belajar.

Ketiga, adab kepada diri sendiri: jangan putus asa dari rahmat Alloh.

Wahai jiwa, apabila engkau jatuh, bangunlah dengan istighfar. Apabila engkau salah, perbaikilah dengan rendah hati. Apabila engkau diberi nikmat, tutuplah dengan syukur. Apabila engkau diuji, peluklah sabar sebagai pakaian batinmu.

Karena kesucian abadi bukan berada pada manusia yang tidak pernah ternoda, tetapi pada hamba yang tidak pernah berhenti kembali kepada Alloh.

Doa Lembar Kelima

Yā Alloh,

jagalah adabku sebelum ilmuku,

jagalah ikhlasku sebelum amalku,

jagalah hatiku sebelum lisanku.

Sucikan aku dari bangga diri,

jauhkan aku dari merendahkan sesama,

dan tuntun aku menjadi hamba yang lembut dalam ibadah.

Yā Quddūs, bersihkan batinku.

Yā Latīf, lembutkan akhlakku.

Yā Salām, damaikan hatiku.

Yā Hādī, tuntun aku kepada ridho-Mu.

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.


QITAB JAZAQUMULLOH ILLALZADUNYA FILAH

Lembar Selanjutnya

Pasal Keenam: Taubat Sebagai Pintu Kesucian Abadi

Wahai jiwa yang rindu pulang, jangan engkau malu untuk bertaubat. Sebab taubat bukan tanda hina, tetapi tanda bahwa rahmat Alloh masih memanggilmu. Orang yang tidak pernah merasa salah akan sulit dibersihkan, tetapi orang yang sadar dirinya lemah akan mudah dituntun menuju cahaya.

Taubat adalah mandi batin.

Istighfar adalah airnya.

Penyesalan adalah sabunnya.

Perbaikan amal adalah pakaiannya.

Maka apabila engkau pernah lalai, kembalilah.

Apabila engkau pernah sombong, rendahkanlah hati.

Apabila engkau pernah menyakiti, mintalah maaf.

Apabila engkau pernah terjatuh dalam dosa, jangan jadikan dosa itu rumah. Jadikan ia pelajaran untuk semakin dekat kepada Alloh.

Wahai jiwa, setan tidak selalu menjatuhkan manusia dengan maksiat yang besar. Kadang ia menjatuhkan manusia dengan bisikan halus: “Engkau sudah kotor, tidak pantas kembali.” Padahal pintu Alloh lebih luas daripada seluruh kesalahan hamba, selama hamba itu sungguh-sungguh ingin pulang.

Empat Langkah Taubat Jiwa

Pertama, mengakui salah tanpa menyalahkan takdir.

Kedua, menyesal dengan hati yang jujur.

Ketiga, berhenti dari jalan yang mengotori.

Keempat, mengganti keburukan dengan amal kebaikan.

Jangan menunggu menjadi sempurna baru mendekat kepada Alloh. Mendekatlah, maka Alloh akan memperbaiki perlahan-lahan. Jangan menunggu hati bersih baru berdzikir. Berdzikirlah, maka hati akan dibersihkan.

Sebab kesucian abadi bukan hadiah bagi yang merasa suci, tetapi rahmat bagi yang terus kembali.

Doa Lembar Keenam

Yā Alloh,

terimalah taubatku,

ampunilah lalai dan salahku,

bersihkan batinku dari dosa yang tersembunyi,

dan jangan Engkau biarkan aku jauh dari rahmat-Mu.

Yā Ghaffār, ampuni aku.

Yā Tawwāb, terimalah kembaliku.

Yā Quddūs, sucikan jiwaku.

Yā Hādī, tuntun aku sampai akhir hayatku.

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.



QITAB JAZAQUMULLOH ILLALZADUNYA FILAH

Lembar Selanjutnya

Pasal Ketujuh: Ikhlas Yang Menjadi Mahkota Ibadah

Wahai jiwa yang sedang disucikan, ketahuilah bahwa ikhlas adalah rahasia paling halus dalam ibadah. Ia tidak selalu tampak di mata manusia, tetapi sangat terang di sisi Alloh. Amal yang kecil bisa menjadi besar karena ikhlas, dan amal yang besar bisa menjadi ringan nilainya apabila dipenuhi keinginan dipuji.

Ikhlas adalah ketika engkau berbuat baik meski tidak disebut.

Ikhlas adalah ketika engkau tetap beribadah meski tidak dilihat.

Ikhlas adalah ketika engkau memberi tanpa menunggu balasan.

Ikhlas adalah ketika engkau menerima takdir tanpa kehilangan adab kepada Alloh.

Wahai jiwa, jangan takut apabila amalmu tidak diketahui manusia. Yang lebih penting adalah amalmu diterima Alloh. Jangan sedih apabila kebaikanmu tidak dihargai. Yang lebih agung adalah Alloh mengetahui niat yang engkau sembunyikan.

Sebab ibadah yang ikhlas tidak mencari panggung. Ia mencari ridho. Ia tidak menunggu tepuk tangan. Ia menunggu ampunan. Ia tidak ingin disebut suci. Ia hanya ingin dibersihkan.

Tanda Ikhlas Mulai Tumbuh

Pertama, hati tidak mudah kecewa ketika tidak dipuji.

Kedua, amal tetap berjalan walau tidak terlihat orang.

Ketiga, kebaikan tidak berubah menjadi tuntutan balasan.

Keempat, jiwa semakin takut kepada riya yang halus.

Wahai jiwa, jagalah ikhlasmu seperti menjaga api kecil di malam angin. Jangan biarkan ia padam oleh bangga diri. Jangan biarkan ia kotor oleh iri. Jangan biarkan ia rusak oleh ucapan: “Aku lebih baik dari mereka.”

Karena orang yang benar-benar ikhlas tidak sibuk merasa ikhlas. Ia hanya terus memperbaiki diri di hadapan Alloh.

Doa Lembar Ketujuh

Yā Alloh,

bersihkan niatku dari riya,

jauhkan amalku dari ingin dipuji,

dan jadikan ibadahku hanya menuju ridho-Mu.

Yā Mukhlis, sucikan pengabdianku.

Yā Quddūs, bersihkan batinku.

Yā Latīf, lembutkan rahasia hatiku.

Yā Hādī, tuntun aku dalam keikhlasan.

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.


QITAB JAZAQUMULLOH ILLALZADUNYA FILAH

Lembar Selanjutnya

Pasal Kedelapan: Sabar Yang Menjernihkan Jiwa

Wahai jiwa yang sedang ditempa oleh kehidupan, pahamilah bahwa sabar bukan berarti diam tanpa rasa. Sabar adalah tetap beradab ketika hati sedang diuji. Sabar adalah menahan lisan dari keluhan yang merusak iman. Sabar adalah tetap berjalan menuju Alloh meski langkah terasa berat.

Ada sabar dalam menunggu.

Ada sabar dalam kehilangan.

Ada sabar dalam menjaga diri dari maksiat.

Ada sabar dalam terus taat walau hati belum selalu kuat.

Jangan engkau mengira bahwa orang sabar tidak menangis. Kadang air mata justru menjadi saksi bahwa hati sedang dibersihkan. Yang penting, air mata itu tidak berubah menjadi buruk sangka kepada Alloh.

Wahai jiwa, apabila hidup terasa sempit, jangan segera menganggap Alloh jauh. Bisa jadi sempit itu sedang mengeluarkan kotoran batin yang lama tersembunyi. Bisa jadi ujian itu sedang mematahkan kesombongan yang tidak engkau sadari. Bisa jadi keterlambatan itu adalah penjagaan agar engkau tidak menerima sesuatu sebelum hatimu siap.

Tanda Sabar Yang Bercahaya

Pertama, hati tetap berharap kepada Alloh walau keadaan belum berubah.

Kedua, lisan tetap dijaga dari menyalahkan takdir.

Ketiga, amal tetap dilakukan meski belum terlihat hasilnya.

Keempat, jiwa semakin lembut kepada orang lain yang juga sedang diuji.

Wahai jiwa, sabar bukan jalan orang lemah. Sabar adalah kekuatan yang disembunyikan Alloh di dalam hati hamba yang percaya. Bila sabar bertemu ikhlas, maka luka berubah menjadi ilmu. Bila sabar bertemu syukur, maka ujian berubah menjadi pintu kedewasaan ruh.

Maka jangan terburu-buru keluar dari tempaan. Mintalah kepada Alloh agar engkau dikuatkan, dibimbing, dan tidak kehilangan adab selama melewati ujian.

Doa Lembar Kedelapan

Yā Alloh,

kuatkan sabarku dalam ujian,

jaga lisanku dari keluhan yang merusak iman,

jernihkan hatiku dari buruk sangka,

dan jadikan setiap kesulitan sebagai jalan mendekat kepada-Mu.

Yā Ṣabūr, teguhkan aku.

Yā Latīf, lembutkan hatiku.

Yā Salām, damaikan batinku.

Yā Hādī, tuntun aku menuju ridho-Mu.

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.


QITAB JAZAQUMULLOH ILLALZADUNYA FILAH

Lembar Selanjutnya

Pasal Kesembilan: Syukur Yang Mengunci Kesucian

Wahai jiwa yang sedang belajar pulang kepada Alloh, ketahuilah bahwa syukur adalah penjaga nikmat dan pengunci kesucian. Banyak manusia diberi rezeki, tetapi lupa kepada Pemberi. Banyak manusia diberi ilmu, tetapi lupa merendahkan hati. Banyak manusia diberi jalan lapang, tetapi lupa bahwa dahulu ia pernah memohon sambil menangis.

Syukur bukan hanya ucapan alhamdulillah di lisan.

Syukur adalah menggunakan nikmat untuk taat.

Syukur adalah menjaga amanah setelah diberi.

Syukur adalah tidak memakai pemberian Alloh untuk menjauh dari Alloh.

Wahai jiwa, jangan tunggu hidup sempurna baru bersyukur. Bersyukurlah atas napas yang masih berjalan, atas hati yang masih bisa mengingat, atas dosa yang masih diberi kesempatan untuk ditaubati, dan atas jalan pulang yang masih dibuka.

Sebab orang yang bersyukur akan melihat rahmat di dalam hal kecil. Ia tidak mudah iri kepada nikmat orang lain, karena ia tahu setiap hamba membawa ujian masing-masing. Ia tidak meremehkan pemberian yang sedikit, karena ia tahu sedikit yang berkah lebih mulia daripada banyak yang melalaikan.

Tanda Syukur Yang Hidup

Pertama, hati tidak mudah mengeluh atas yang belum dimiliki.

Kedua, lisan lebih banyak memuji Alloh daripada menyalahkan keadaan.

Ketiga, tangan ringan memberi walau belum berlebih.

Keempat, nikmat membuat jiwa semakin tunduk, bukan semakin sombong.

Wahai jiwa, apabila engkau ingin kesucian abadi menetap dalam batinmu, jadikan syukur sebagai pakaian harianmu. Saat diberi, ucapkan alhamdulillah. Saat ditunda, ucapkan hasbiyalloh. Saat diuji, ucapkan innā lillāh. Saat ditolong, jangan lupa bersujud dalam hati.

Karena syukur adalah cahaya yang membuat nikmat tidak berubah menjadi hijab.

Doa Lembar Kesembilan

Yā Alloh,

jadikan aku hamba yang pandai bersyukur,

tidak kufur ketika diberi,

tidak mengeluh ketika diuji,

dan tidak sombong ketika Engkau muliakan.

Yā Syakūr, terimalah syukurku.

Yā Razzāq, berkahi rezekiku.

Yā Quddūs, sucikan hatiku.

Yā Hādī, tuntun aku agar setiap nikmat menjadi jalan menuju-Mu.

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.



QITAB JAZAQUMULLOH ILLALZADUNYA FILAH

Lembar Selanjutnya

Pasal Kesepuluh: Tawadhu Yang Menjaga Cahaya

Wahai jiwa yang telah diberi rasa ibadah, jangan engkau biarkan cahaya itu padam oleh kesombongan halus. Sebab kesombongan tidak selalu datang dengan suara besar. Kadang ia datang diam-diam dalam hati yang merasa lebih suci, lebih tahu, lebih dekat, dan lebih pantas daripada orang lain.

Tawadhu adalah tanah tempat cahaya tumbuh.

Tanpa tawadhu, ilmu menjadi keras.

Tanpa tawadhu, ibadah menjadi bangga.

Tanpa tawadhu, nasihat menjadi luka.

Tanpa tawadhu, karunia berubah menjadi ujian.

Wahai jiwa, apabila Alloh memberimu pemahaman, jangan gunakan untuk merendahkan yang belum paham. Apabila Alloh memberimu ibadah, jangan gunakan untuk menilai yang masih tertatih. Apabila Alloh memberimu jalan terang, jangan hina orang yang masih berjalan dalam gelap. Bisa jadi ia sedang dituntun dengan cara yang belum engkau ketahui.

Orang yang tawadhu tidak mengecilkan dirinya dengan putus asa, dan tidak membesarkan dirinya dengan sombong. Ia hanya tahu bahwa semua yang ada padanya adalah titipan Alloh. Ilmunya titipan. Nafasnya titipan. Ibadahnya titipan. Kesempatan bertaubat pun titipan.

Tanda Tawadhu Yang Benar

Pertama, mudah menerima nasihat meski dari orang sederhana.

Kedua, tidak malu mengakui salah.

Ketiga, tidak merasa ibadahnya lebih tinggi dari orang lain.

Keempat, semakin diberi karunia, semakin takut tidak amanah.

Wahai jiwa, jagalah tawadhu seperti akar menjaga pohon. Akar tidak terlihat, tetapi dialah yang membuat pohon tetap berdiri. Begitu pula tawadhu: ia tidak selalu dipuji manusia, tetapi ia menjaga hamba agar tidak tumbang oleh nikmat.

Maka jangan minta dikenal sebagai orang suci. Mintalah kepada Alloh agar disucikan diam-diam. Jangan minta disebut tinggi. Mintalah agar tetap rendah hati sampai akhir hayat.

Doa Lembar Kesepuluh

Yā Alloh,

rendahkan hatiku di hadapan-Mu,

jauhkan aku dari sombong yang tersembunyi,

dan jangan biarkan karunia-Mu membuatku lupa diri.

Yā Latīf, lembutkan batinku.

Yā Quddūs, sucikan niatku.

Yā Hādī, tuntun adabku.

Yā Nūr, jagalah cahaya ibadahku.

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.



QITAB JAZAQUMULLOH ILLALZADUNYA FILAH

Lembar Selanjutnya

Pasal Kesebelas: Dzikir Sebagai Nafas Kesucian

Wahai jiwa yang ingin tetap hidup dalam cahaya Alloh, ketahuilah bahwa dzikir adalah nafas batin. Tubuh hidup dengan udara, tetapi hati hidup dengan mengingat Alloh. Apabila tubuh kekurangan napas, ia lemah. Apabila hati kekurangan dzikir, ia gelap, gelisah, dan mudah dikuasai nafsu.

Dzikir bukan hanya banyaknya hitungan di lisan.

Dzikir adalah hadirnya hati kepada Alloh.

Dzikir adalah ingat sebelum berbuat salah.

Dzikir adalah kembali setelah tergelincir.

Dzikir adalah menjaga rasa bahwa Alloh selalu melihat.

Wahai jiwa, apabila engkau berdzikir, jangan hanya mengejar rasa. Jangan hanya mencari cahaya, getaran, atau tanda. Carilah ridho Alloh. Sebab rasa bisa datang dan pergi, tetapi adab harus tetap dijaga. Cahaya bisa tampak dan hilang, tetapi iman harus tetap berdiri.

Jiwa yang berdzikir dengan benar akan semakin lembut, bukan semakin merasa istimewa. Ia semakin tenang, bukan semakin ingin dipuji. Ia semakin takut menyakiti, bukan semakin mudah menghukumi. Sebab dzikir yang hidup akan menurunkan kesombongan dan menaikkan kasih sayang.

Tanda Dzikir Yang Menyucikan

Pertama, hati lebih cepat sadar ketika lalai.

Kedua, lisan lebih terjaga dari ucapan sia-sia.

Ketiga, langkah lebih berhati-hati dari jalan yang haram.

Keempat, jiwa lebih mudah kembali kepada Alloh setelah diuji.

Wahai jiwa, jadikan dzikir sebagai teman dalam sunyi dan ramai. Saat bekerja, ingatlah Alloh. Saat berjalan, ingatlah Alloh. Saat menerima nikmat, ingatlah Alloh. Saat sakit, sempit, kecewa, dan lelah, tetaplah ingat Alloh.

Karena hati yang terus mengingat Alloh tidak mudah hilang arah, meskipun dunia berganti rupa.

Doa Lembar Kesebelas

Yā Alloh,

hidupkan hatiku dengan dzikir,

jernihkan batinku dengan ingat kepada-Mu,

dan jangan jadikan lisanku menyebut nama-Mu sementara hatiku jauh dari adab-Mu.

Yā Dzākir, bangunkan ingatanku.

Yā Nūr, terangi hatiku.

Yā Salām, tenangkan jiwaku.

Yā Hādī, tuntun aku dalam jalan ibadah yang Engkau ridhoi.

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.


QITAB JAZAQUMULLOH ILLALZADUNYA FILAH

Lembar Terakhir

Pasal Kedua Belas: Pulangnya Jiwa Kepada Kesucian Abadi

Wahai jiwa yang telah berjalan melewati pintu niat, taubat, ikhlas, sabar, syukur, tawadhu, dan dzikir, ketahuilah bahwa perjalanan ibadah bukan hanya untuk menjadi terlihat baik di hadapan manusia. Perjalanan ibadah adalah agar hati mengenal jalan pulang kepada Alloh.

Kesucian abadi bukan berarti manusia berubah menjadi makhluk tanpa salah. Kesucian abadi adalah keadaan batin yang tidak betah tinggal dalam dosa, tidak nyaman berlama-lama dalam lalai, tidak senang menyakiti, dan tidak rela menjadikan dunia sebagai tuhan kecil di dalam dada.

Jiwa yang telah disentuh cahaya kesucian akan tetap hidup di dunia, tetapi hatinya tidak diperbudak dunia. Ia tetap bekerja, tetapi tidak menjual iman. Ia tetap mencari rezeki, tetapi tidak meninggalkan halal. Ia tetap berbicara, tetapi menjaga lisan. Ia tetap memiliki cita-cita, tetapi tidak menginjak orang lain. Ia tetap diuji, tetapi tidak berburuk sangka kepada Alloh.

Wahai jiwa, apabila engkau ingin tahu apakah kesucian mulai kembali, lihatlah perubahan kecil di dalam dirimu. Apakah engkau lebih mudah meminta maaf? Apakah engkau lebih takut melukai? Apakah engkau lebih cepat sadar ketika lalai? Apakah engkau lebih banyak bersyukur daripada mengeluh? Apakah engkau lebih ingin diridhoi daripada dipuji?

Jika iya, maka bersyukurlah. Itu bukan karena engkau hebat. Itu karena Alloh masih membimbingmu.

Amanah Kitab Ini

Jangan jadikan kitab hikmah ini sebagai kebanggaan. Jadikan ia cermin.

Jangan jadikan kalimat-kalimat ini untuk merasa lebih tinggi. Jadikan ia pengingat agar semakin rendah hati.

Jangan jadikan ilmu sebagai mahkota kesombongan. Jadikan ilmu sebagai lampu untuk memperbaiki akhlak.

Sebab ilmu yang benar akan melahirkan adab.

Ibadah yang benar akan melahirkan kasih sayang.

Dzikir yang benar akan melahirkan ketenangan.

Taubat yang benar akan melahirkan perubahan.

Dan cinta kepada Alloh yang benar akan melahirkan kelembutan kepada makhluk-Nya.

Wahai jiwa yang beribadah minalloh, pulanglah dengan hati yang bersih. Pulanglah dari marah menuju sabar. Pulanglah dari riya menuju ikhlas. Pulanglah dari sombong menuju tawadhu. Pulanglah dari gelisah menuju dzikir. Pulanglah dari cinta dunia yang melalaikan menuju ridho Alloh yang menenangkan.

Jangan takut berjalan pelan, selama engkau tidak berhenti.

Jangan malu bertaubat, selama engkau masih ingin kembali.

Jangan putus asa karena pernah jatuh, sebab Alloh Maha Luas ampunan-Nya.

Jangan merasa selesai karena pernah terang, sebab hati harus dijaga sampai akhir nafas.

Penutup Hikmah

Maka inilah makna Jazaqumulloh Illalzadunya Filah: kembalinya jiwa kepada kesucian yang tidak dibangun dari kesombongan, tetapi dari taubat; tidak dijaga oleh pujian manusia, tetapi oleh adab; tidak diterangi oleh angan-angan, tetapi oleh dzikir; tidak ditinggikan oleh nama, tetapi oleh kerendahan hati di hadapan Alloh.

Barang siapa ingin kembali suci, maka jangan hanya membasuh wajahnya dengan air. Basuhlah hatinya dengan istighfar.

Jangan hanya memperindah pakaiannya. Perindahlah akhlaknya.

Jangan hanya menjaga pandangan manusia. Jagalah pandangan Alloh atas niat yang tersembunyi.

Jangan hanya mengejar banyak amal. Kejarlah amal yang diterima.

Karena pada akhirnya, yang dibawa pulang bukan tepuk tangan manusia, bukan banyaknya sebutan, bukan panjangnya gelar, bukan luasnya dunia, tetapi hati yang datang kepada Alloh dengan tunduk, bersih, dan berharap rahmat-Nya.

Doa Khatam Kitab

Yā Alloh,

dengan rahmat-Mu kami memohon,

sucikan hati kami dari riya,

bersihkan jiwa kami dari sombong,

lembutkan lisan kami dari menyakiti,

kuatkan langkah kami dalam taat,

dan jangan Engkau biarkan kami jauh dari cahaya petunjuk-Mu.

Yā Alloh,

jadikan dunia ini ladang amal, bukan tempat kami tenggelam.

Jadikan rezeki kami halal dan berkah.

Jadikan ilmu kami melahirkan adab.

Jadikan ibadah kami melahirkan ikhlas.

Jadikan dzikir kami melahirkan ketenangan.

Jadikan ujian kami melahirkan kesabaran.

Jadikan nikmat kami melahirkan syukur.

Yā Quddūs, sucikan batin kami.

Yā Nūr, terangilah jalan kami.

Yā Salām, damaikan hati kami.

Yā Hādī, tuntunlah kami sampai akhir hayat.

Semoga setiap jiwa yang membaca, mendengar, dan mengamalkan kebaikan dari susunan ini diberi kejernihan niat, keluasan ampunan, keteguhan ibadah, rezeki yang halal, keluarga yang dijaga, langkah yang diselamatkan, dan akhir hidup yang husnul khātimah.

Dengan menyebut nama Alloh, kitab hikmah ini ditutup bukan sebagai akhir perjalanan, tetapi sebagai awal penjagaan diri.

Al-Fātiḥah.

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KITAB NURUL AWWAL AYAT 1-288

AYAT NURUL AWWAL 289-500

Apa Manfaat Nama Ruh