QITAB YUZFAQUM
Dengan menyebut nama Alloh Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kita buka QITAB YUZFAQUM sebagai lembar peringatan agar tulisan, tafsir, terawangan, dan pengakuan batin tidak berubah menjadi jalan kesesatan.
QITAB YUZFAQUM
قِتَابُ يُزْفَقُوم
Peleburan dan Penghancuran Penulisan Terawang yang Menyesatkan
Bismillāhir-Raḥmānir-Raḥīm
Segala puji bagi Alloh, Pemilik ilmu yang sempurna, Yang mengetahui perkara nyata dan perkara tersembunyi. Tidak ada satu pun rahasia langit dan bumi yang keluar dari pengetahuan-Nya.
Sholawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, pembawa cahaya wahyu, penuntun manusia agar membedakan antara ilham yang menenangkan, lintasan pikiran, prasangka, tipu daya hawa nafsu, dan bisikan yang menyesatkan.
---
باب الفتح
Bab Pembukaan Yuzfaqum
Ketahuilah, wahai para pembaca:
Yuzfaqum adalah simbol peleburan terhadap tulisan yang dibangun dari kesombongan batin, ketakutan, prasangka, kebencian, khayalan, serta pengakuan mengetahui perkara gaib tanpa dasar ilmu yang dapat dipertanggungjawabkan.
Yang dilebur bukanlah manusia.
Yang dihancurkan bukanlah tubuh seseorang.
Yang dimusnahkan adalah:
- kebohongan yang disamarkan sebagai wahyu,
- prasangka yang disebut penglihatan,
- ketakutan yang ditulis sebagai kepastian,
- fitnah yang dibungkus sebagai pesan gaib,
- dan penafsiran yang menjauhkan manusia dari tauhid, akal sehat, akhlak, serta kasih sayang.
Qitab ini tidak dibuka untuk menyerang penulis tertentu, melainkan untuk membersihkan cara manusia membaca tanda-tanda kehidupan.
---
النداء الأول
Seruan Pertama
Wahai pena, jangan menuliskan sesuatu yang tidak engkau ketahui.
Sebab setiap tulisan dapat menjadi cahaya, tetapi dapat pula menjadi api.
Tulisan menjadi cahaya apabila:
- mengajak kepada kebenaran,
- tidak mengklaim kepastian tentang perkara gaib,
- tidak menakut-nakuti pembaca,
- tidak menjatuhkan kehormatan manusia,
- dan tidak menjadikan penulis seolah-olah mengetahui seluruh rahasia Alloh.
Tulisan menjadi api apabila:
- melahirkan fitnah,
- memecah persaudaraan,
- membuat orang kehilangan ketenangan,
- menuduh tanpa bukti,
- atau memaksa orang mempercayai terawangan sebagai kebenaran mutlak.
---
آية التنبيه
Ayat Peringatan Nilai
“Tidak setiap yang terlihat dalam batin adalah petunjuk, tidak setiap yang terlintas adalah perintah, dan tidak setiap yang tertulis adalah kebenaran.”
Maka timbanglah setiap pengalaman batin dengan lima neraca:
١. Neraca Tauhid
Apakah tulisan itu mendekatkan manusia kepada Alloh, atau justru membuat manusia menggantungkan hidup kepada penulis dan terawangannya?
٢. Neraca Syariat dan Akhlak
Apakah isinya mengajarkan kejujuran, tanggung jawab, kasih sayang, dan tidak menzalimi orang lain?
٣. Neraca Akal Sehat
Apakah kesimpulannya masuk akal, tidak bertentangan dengan kenyataan yang jelas, dan tidak dibangun hanya dari ketakutan?
٤. Neraca Bukti
Apakah tuduhan atau pernyataannya memiliki dasar yang dapat diperiksa?
٥. Neraca Dampak
Apakah tulisan tersebut membawa ketenangan dan perbaikan, atau malah membuat pembacanya takut, curiga, membenci, dan kehilangan kendali atas hidupnya?
Apabila kelima neraca itu rusak, maka tulisan tersebut layak dilebur dari hati dan tidak disebarkan.
---
باب الإذابة
Bab Peleburan Tulisan yang Menyesatkan
Peleburan Yuzfaqum dilakukan bukan dengan kemarahan, melainkan dengan kesadaran.
Bacalah sebuah tulisan dengan tenang.
Pisahkan fakta dari tafsir.
Pisahkan pengalaman pribadi dari hukum umum.
Pisahkan firasat dari kepastian.
Pisahkan ketakutan dari kenyataan.
Pisahkan nasihat yang sehat dari upaya mengendalikan orang lain.
Kemudian ucapkan dalam batin:
«“Ya Alloh, apabila tulisan ini membawa kebenaran, kuatkanlah kebaikannya. Apabila di dalamnya terdapat kekeliruan, leburkanlah pengaruh buruknya dari pikiran dan hatiku.”»
Setelah itu, jangan langsung menyebarkannya.
Diamkan.
Periksa.
Tanyakan kepada orang yang berilmu dan dapat dipercaya.
Lihat kembali setelah hati menjadi tenang.
Sebab keputusan yang lahir dari ketenangan lebih dekat kepada kebijaksanaan daripada keputusan yang lahir dari ketakutan.
---
باب الهدم
Bab Penghancuran Bangunan Prasangka
Ada empat bangunan yang harus dihancurkan:
Bangunan Pertama: Mengaku Mengetahui Takdir Orang
Tidak seorang pun boleh memastikan bahwa seseorang pasti celaka, pasti terkena musibah, pasti menjadi musuh, atau pasti memiliki niat jahat hanya berdasarkan terawang.
Takdir berada dalam ilmu Alloh.
Manusia hanya boleh menilai perbuatan yang nyata dengan adil.
Bangunan Kedua: Menuduh Tanpa Bukti
Nama seseorang tidak boleh dirusak dengan tulisan yang tidak dapat dibuktikan.
Kecurigaan bukanlah bukti.
Mimpi bukanlah kesaksian hukum.
Perasaan tidak nyaman bukanlah izin untuk memfitnah.
Bangunan Ketiga: Menciptakan Ketergantungan
Tulisan yang sehat membuat pembaca semakin mandiri, berdoa kepada Alloh, berpikir jernih, dan mengambil tanggung jawab.
Tulisan yang menyesatkan membuat pembaca terus bergantung kepada satu orang, takut mengambil keputusan, serta merasa seluruh hidupnya dikendalikan oleh ramalan.
Bangunan Keempat: Menjual Ketakutan
Apabila seseorang terlebih dahulu menakut-nakuti, lalu menawarkan dirinya sebagai satu-satunya penyelamat, berhati-hatilah.
Cahaya tidak memenjarakan.
Nasihat yang benar tidak mengancam.
Ilmu tidak membutuhkan teror agar dipercaya.
---
ختم النار الكاذبة
Pemadaman Api Kepalsuan
Wahai pembaca Qitab Yuzfaqum,
Apabila engkau pernah menulis sesuatu berdasarkan emosi, segeralah memperbaikinya.
Apabila pernah menuduh tanpa bukti, tariklah ucapanmu.
Apabila pernah membuat orang takut karena terawanganmu, tenangkanlah kembali hatinya.
Apabila pernah mengaku mengetahui perkara gaib secara pasti, kembalikan seluruh pengetahuan kepada Alloh.
Jangan malu mengoreksi diri.
Menghapus kesalahan lebih mulia daripada mempertahankan kebohongan.
Mengakui keterbatasan bukanlah kelemahan.
Itulah pintu keselamatan ilmu.
---
دعاء يزفقوم
Doa Yuzfaqum
Allāhumma yā Ḥaqq, yā Nūr, yā Hādī, yā Ḥakīm.
Ya Alloh Yang Maha Benar,
leburkan dari hati kami segala kebohongan yang kami anggap kebenaran.
Hancurkan kesombongan yang membuat kami merasa mengetahui rahasia-Mu.
Bersihkan pena kami dari fitnah, prasangka, dan tulisan yang melukai.
Berikan kepada kami ilmu yang bermanfaat, akal yang jernih, hati yang lembut, dan keberanian untuk mengakui kesalahan.
Jadikan setiap kata yang kami tulis sebagai jalan kedamaian, bukan jalan ketakutan.
Lindungilah kami dari bisikan yang menyamar sebagai petunjuk, dari khayalan yang disangka wahyu, dan dari terawangan yang menjauhkan manusia dari-Mu.
Kembalikan seluruh urusan kepada hukum-Mu, rahmat-Mu, dan kebijaksanaan-Mu.
Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.
---
خاتمة القتاب
Penutup Qitab
Inilah makna Qitab Yuzfaqum:
Peleburan kebohongan.
Penghancuran prasangka.
Pemutusan tulisan terawang yang menyesatkan.
Pemulihan akal, tauhid, adab, dan kejernihan hati.
Qitab ini bukan alat untuk menghukum seseorang.
Qitab ini adalah cermin bagi setiap penulis agar tidak menjadikan pena sebagai sumber ketakutan.
Karena pena yang tunduk kepada kebenaran akan menjadi cahaya.
Sedangkan pena yang dikuasai kesombongan akan menghancurkan penulisnya sendiri.
Wallohu a‘lam bish-shawāb.
























Komentar
Posting Komentar
Silakan berkomentar dengan adab, sopan, dan membawa kebaikan. Hindari kata kasar, hinaan, spam, dan link yang tidak bermanfaat. Terima kasih.