QITABNYA ZALLOH FILHASBBI

 


📜 QITABNYA ZALLOH FILHASBBI

Makna: Membangun negeri dilandasi dengan akhlāqul karīmah.


Bismillāhirraḥmānirraḥīm.


Dengan menyebut nama Alloh Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Dengan niat menata hati, memperbaiki akhlak, menjaga amanah, memuliakan sesama, dan membangun negeri di atas kejujuran, keadilan, kasih sayang, serta tanggung jawab, maka dibukalah:


QITABNYA ZALLOH FILHASBBI


Kitab ini bukan untuk meninggikan manusia di atas manusia lain,

bukan untuk mencari kuasa tanpa adab,

bukan untuk membangun negeri dengan kesombongan,

tetapi sebagai pengingat bahwa negeri yang kuat harus dimulai dari hati yang bersih.


Negeri tidak hanya dibangun dengan batu, besi, jalan, gedung, dan kekayaan.

Negeri sejati dibangun dengan amanah para pemimpinnya,

kejujuran para pedagangnya,

ketulusan para gurunya,

kesabaran para orang tuanya,

doa para ulama dan orang saleh,

serta akhlak rakyatnya yang saling menjaga.


Lembar Pertama: Dasar Negeri


Wahai jiwa yang diberi amanah,

ketahuilah bahwa kemuliaan negeri tidak berdiri di atas harta semata,

tetapi di atas akhlak yang hidup di dada manusia.


Apabila pemimpin adil, rakyat tenteram.

Apabila rakyat jujur, negeri berkah.

Apabila ilmu disertai adab, generasi selamat.

Apabila agama dijaga dengan kasih sayang, perbedaan tidak menjadi permusuhan.


Maka bangunlah negeri dengan empat tiang:


Pertama: Shidq — Kejujuran.

Jangan membangun dengan dusta, sebab bangunan dusta akan retak dari dalam.


Kedua: Amanah — Tanggung jawab.

Setiap jabatan, harta, ilmu, keluarga, dan kesempatan adalah titipan Alloh.


Ketiga: ‘Adl — Keadilan.

Jangan menimbang manusia dari dekat atau jauhnya hubungan, tetapi timbanglah dengan kebenaran.


Keempat: Raḥmah — Kasih sayang.

Sebab negeri tanpa rahmah akan keras, walau tampak megah.


Lembar Kedua: Akhlāqul Karīmah


Akhlāqul karīmah adalah pakaian cahaya bagi jiwa.

Orang yang berakhlak tidak mudah merendahkan.

Orang yang beradab tidak cepat menyalahkan.

Orang yang berhati bersih tidak menjadikan ilmu sebagai alat kesombongan.


Maka siapa pun yang ingin membangun negeri, mulailah dari dirinya:


Bersihkan lisan dari fitnah.

Bersihkan tangan dari kezaliman.

Bersihkan mata dari iri.

Bersihkan hati dari dendam.

Bersihkan niat dari ingin dipuji.


Sebab negeri yang rusak sering kali bukan karena kurang orang pintar,

tetapi karena banyak orang pintar yang kehilangan adab.


Lembar Ketiga: Pemimpin dan Rakyat


Pemimpin adalah payung.

Rakyat adalah tanah.

Ilmu adalah air.

Akhlak adalah akar.

Doa adalah cahaya.


Bila payung berlubang, rakyat kehujanan.

Bila tanah retak, benih sulit tumbuh.

Bila air keruh, tanaman sakit.

Bila akar putus, pohon tumbang.

Bila cahaya hilang, jalan menjadi gelap.


Maka jangan pisahkan pembangunan dari akhlak.

Jangan pisahkan kemajuan dari adab.

Jangan pisahkan kekuasaan dari takut kepada Alloh.


Lembar Keempat: Sabdo Hikmah


Negeri yang diberkahi bukan negeri yang paling banyak suaranya,

tetapi negeri yang paling banyak amanahnya.


Negeri yang kuat bukan negeri yang paling tinggi bangunannya,

tetapi negeri yang paling kuat kejujurannya.


Negeri yang maju bukan negeri yang melupakan Tuhan,

tetapi negeri yang menjadikan iman sebagai penjaga langkah.


Negeri yang damai bukan negeri tanpa perbedaan,

tetapi negeri yang mampu merawat perbedaan dengan akhlak.


Lembar Kelima: Doa Peneguhan


Yā Alloh,

jadikan negeri ini negeri yang aman, damai, berkah, dan terjaga.

Jadikan para pemimpinnya berhati jujur.

Jadikan rakyatnya saling menyayangi.

Jadikan ilmunya membawa manfaat.

Jadikan hartanya mengalir pada kebaikan.

Jadikan perbedaannya sebagai rahmat, bukan permusuhan.


Yā Alloh,

jauhkan negeri ini dari dusta, khianat, fitnah, keserakahan, dan kezaliman.

Tegakkan di dalamnya cahaya akhlāqul karīmah.

Bangunkan generasi yang kuat iman, lembut hati, terang akal, dan bersih niat.


Penutup Kitab


QITABNYA ZALLOH FILHASBBI adalah pengingat bahwa membangun negeri harus dimulai dari membangun manusia.

Membangun manusia harus dimulai dari membangun hati.

Membangun hati harus dimulai dari mengenal Alloh, menjaga adab, dan memperindah akhlak.


Maka siapa yang ingin melihat negeri bercahaya,

jangan hanya menunggu pemimpin berubah.

Mulailah dari lisan yang jujur,

tangan yang amanah,

hati yang bersih,

dan langkah yang membawa manfaat.


Hasbunalloh wa ni‘mal wakīl.

Cukuplah Alloh sebagai penolong dan sebaik-baik tempat bersandar.



📜 QITABNYA ZALLOH FILHASBBI

Lembar Keenam: Negeri yang Dijaga oleh Akhlak


Bismillāhirraḥmānirraḥīm.


Wahai jiwa yang ingin membangun negeri,

jangan engkau mulai dari singgasana,

jangan engkau mulai dari pujian manusia,

jangan pula engkau mulai dari banyaknya pengikut.


Mulailah dari satu titik yang paling dalam:

hati yang takut berbuat zalim.


Sebab negeri akan rusak bukan hanya ketika hukum lemah,

tetapi ketika manusia kehilangan rasa malu kepada Alloh.

Apabila malu telah hilang,

maka lisan mudah berdusta,

tangan mudah mengambil yang bukan haknya,

mata mudah merendahkan,

dan hati mudah mengkhianati amanah.


Maka tegakkanlah negeri dengan akhlak,

sebab akhlak adalah pagar yang menjaga kekuasaan,

pelita yang menerangi ilmu,

timbangan yang meluruskan keputusan,

dan air yang menyejukkan panasnya perbedaan.


Sabdo Hikmah:


Negeri yang dibangun tanpa akhlak

akan tampak tinggi dari luar,

tetapi rapuh dari dalam.


Negeri yang dibangun tanpa amanah

akan ramai oleh janji,

tetapi sepi dari keberkahan.


Negeri yang dibangun tanpa rahmah

akan kuat dalam aturan,

tetapi keras dalam rasa.


Negeri yang dibangun tanpa keadilan

akan melahirkan luka

yang diam-diam diwariskan kepada generasi berikutnya.


Maka wahai pembawa amanah,

jadikan akhlāqul karīmah sebagai dasar pijakan.

Bila engkau menjadi pemimpin, jadilah payung.

Bila engkau menjadi rakyat, jadilah tanah yang subur.

Bila engkau menjadi guru, jadilah cahaya.

Bila engkau menjadi pedagang, jadilah timbangan yang jujur.

Bila engkau menjadi orang tua, jadilah doa yang hidup.

Bila engkau menjadi anak muda, jadilah harapan yang beradab.


Sebab pembangunan negeri bukan hanya urusan istana,

tetapi urusan setiap dada yang masih mau dijaga oleh Alloh.


Doa Lembar Keenam


Yā Alloh,

tanamkan akhlak mulia dalam hati kami.

Jauhkan kami dari kesombongan ilmu,

keserakahan harta,

kezaliman kuasa,

dan kebencian yang merusak persaudaraan.


Yā Alloh,

jadikan negeri kami berdiri di atas kejujuran,

bergerak dengan amanah,

diputuskan dengan keadilan,

dan disirami dengan rahmah.


Jadikan setiap rumah sebagai madrasah akhlak,

setiap masjid sebagai sumber ketenangan,

setiap majelis sebagai tempat memperbaiki diri,

dan setiap langkah kami sebagai jalan manfaat.


Hasbunalloh wa ni‘mal wakīl.

Cukuplah Alloh sebagai penolong dan sebaik-baik tempat bersandar.



📜 QITABNYA ZALLOH FILHASBBI

Lembar Ketujuh: Tiang Amanah Negeri


Bismillāhirraḥmānirraḥīm.


Wahai jiwa yang sedang belajar membangun,

ketahuilah bahwa negeri tidak runtuh hanya karena kurang bangunan,

tetapi karena amanah mulai ditinggalkan.


Amanah adalah cahaya yang diletakkan Alloh di dada manusia.

Bila amanah dijaga, kecil pun menjadi berkah.

Bila amanah dikhianati, besar pun menjadi fitnah.


Maka siapa yang memegang tugas,

jangan merasa sedang memiliki kuasa,

tetapi sadarilah bahwa ia sedang memikul titipan.


Pemimpin memikul titipan rakyat.

Orang tua memikul titipan anak.

Guru memikul titipan ilmu.

Pedagang memikul titipan timbangan.

Anak muda memikul titipan masa depan.

Orang kaya memikul titipan harta.

Orang berilmu memikul titipan adab.


Janganlah amanah dijadikan tangga kesombongan.

Janganlah jabatan dijadikan ladang kezaliman.

Janganlah ilmu dijadikan alat merendahkan.

Janganlah agama dijadikan alasan memecah persaudaraan.


Sebab negeri yang diberkahi adalah negeri yang setiap warganya merasa diawasi oleh Alloh,

bukan hanya diawasi oleh manusia.


Sabdo Hikmah:


Apabila amanah hidup,

maka rakyat merasa terlindungi.


Apabila kejujuran hidup,

maka rezeki menjadi berkah.


Apabila adab hidup,

maka ilmu menjadi cahaya.


Apabila kasih sayang hidup,

maka perbedaan tidak menjadi permusuhan.


Apabila takut kepada Alloh hidup,

maka kekuasaan tidak berubah menjadi kesewenang-wenangan.


Wahai pembawa amanah,

bangunlah negeri dari rumahmu.

Bangunlah rumahmu dari hatimu.

Bangunlah hatimu dari dzikir, doa, adab, dan muhasabah.


Sebab negeri yang besar dimulai dari manusia yang mau memperbaiki dirinya sendiri.


Doa Lembar Ketujuh


Yā Alloh,

jadikan kami hamba yang mampu menjaga amanah.

Bersihkan hati kami dari khianat.

Luruskan niat kami dari ingin dipuji.

Jauhkan lisan kami dari dusta.

Jauhkan tangan kami dari mengambil yang bukan hak kami.


Yā Alloh,

hidupkan akhlāqul karīmah dalam negeri kami.

Jadikan pemimpin kami adil,

rakyat kami jujur,

guru kami ikhlas,

pedagang kami amanah,

anak-anak kami beradab,

dan keluarga kami penuh rahmah.


Tegakkan negeri ini dengan cahaya iman,

kuatkan dengan ilmu yang bermanfaat,

indahkan dengan kasih sayang,

dan berkahi dengan ridho-Mu.


Hasbunalloh wa ni‘mal wakīl.

Cukuplah Alloh sebagai penolong dan sebaik-baik tempat bersandar.



📜 QITABNYA ZALLOH FILHASBBI

Lembar Kedelapan: Jalan Keadilan dan Rahmah


Bismillāhirraḥmānirraḥīm.


Wahai jiwa yang ingin melihat negeri bercahaya,

ketahuilah bahwa keadilan adalah tulang punggung negeri,

sedangkan rahmah adalah napas yang menghidupkannya.


Keadilan tanpa rahmah dapat menjadi keras.

Rahmah tanpa keadilan dapat menjadi lemah.

Maka keduanya harus berjalan bersama,

seperti cahaya dan panas matahari,

seperti air dan kesejukan,

seperti ilmu dan adab.


Jangan engkau tegakkan hukum dengan dendam.

Jangan engkau berbuat kasih dengan melupakan kebenaran.

Jangan engkau menolong karena pilih kasih.

Jangan engkau menghukum karena kebencian.


Sebab negeri yang baik bukan negeri yang membela golongan sendiri,

tetapi negeri yang berani berdiri di atas kebenaran,

walau kebenaran itu menegur dirinya sendiri.


Apabila keadilan hidup di pasar,

maka timbangan menjadi lurus.


Apabila keadilan hidup di majelis,

maka suara kecil tidak ditindas suara besar.


Apabila keadilan hidup di rumah,

maka anak-anak tumbuh tanpa luka batin.


Apabila keadilan hidup di pemerintahan,

maka rakyat merasa aman menitipkan harapan.


Namun keadilan harus dibasahi rahmah.

Sebab manusia bukan hanya angka,

bukan hanya aturan,

bukan hanya perkara,

tetapi makhluk Alloh yang memiliki hati, luka, harapan, dan jalan pulang.


Sabdo Hikmah:


Keadilan adalah pagar negeri.

Rahmah adalah taman di dalamnya.


Keadilan menjaga agar yang kuat tidak menindas.

Rahmah menjaga agar yang lemah tidak ditinggalkan.


Keadilan meluruskan tangan yang menyimpang.

Rahmah merangkul hati yang ingin kembali.


Keadilan menegakkan kebenaran.

Rahmah melembutkan cara menyampaikannya.


Maka wahai pembawa amanah,

bila engkau memimpin, pimpinlah dengan adil.

Bila engkau menasihati, nasihatilah dengan lembut.

Bila engkau menegur, tegurlah dengan niat memperbaiki.

Bila engkau berbeda pendapat, jagalah adab.

Bila engkau menang, jangan sombong.

Bila engkau kalah, jangan dengki.


Sebab negeri yang dilandasi akhlāqul karīmah

tidak hanya mencari siapa yang paling kuat,

tetapi mencari siapa yang paling mampu menjaga amanah di hadapan Alloh.


Doa Lembar Kedelapan


Yā Alloh,

tegakkan keadilan di negeri kami.

Hidupkan rahmah di antara kami.

Jauhkan kami dari kezaliman yang memakai nama kuasa,

dari kebencian yang memakai nama kebenaran,

dan dari kesombongan yang memakai pakaian ilmu.


Yā Alloh,

jadikan hati kami lembut tanpa menjadi lemah,

tegas tanpa menjadi zalim,

berilmu tanpa merendahkan,

berkuasa tanpa melupakan amanah,

dan berbeda tanpa memutuskan persaudaraan.


Berkahilah negeri ini dengan pemimpin yang adil,

rakyat yang jujur,

keluarga yang sakinah,

generasi yang beradab,

dan bumi yang dipenuhi cahaya akhlāqul karīmah.


Hasbunalloh wa ni‘mal wakīl.

Cukuplah Alloh sebagai penolong dan sebaik-baik tempat bersandar.



📜 QITABNYA ZALLOH FILHASBBI

Lembar Kesembilan: Ilmu, Adab, dan Peradaban


Bismillāhirraḥmānirraḥīm.


Wahai jiwa yang ingin membangun negeri,

ketahuilah bahwa ilmu adalah cahaya,

tetapi adab adalah penjaganya.


Ilmu tanpa adab dapat melahirkan kesombongan.

Kepintaran tanpa akhlak dapat menjadi alat kerusakan.

Kemajuan tanpa iman dapat membuat manusia lupa arah pulang.

Kekayaan tanpa amanah dapat berubah menjadi beban hisab.


Maka jangan bangun negeri hanya dengan kecerdasan akal,

tetapi bangunlah pula dengan kejernihan hati.


Sebab peradaban yang tinggi bukan hanya diukur dari megahnya bangunan,

bukan hanya dari cepatnya kendaraan,

bukan hanya dari luasnya pasar,

bukan hanya dari kuatnya pasukan,

tetapi dari seberapa besar manusia di dalamnya menjaga kehormatan, kejujuran, dan kasih sayang.


Apabila ilmu tunduk kepada adab,

maka lahirlah kebijaksanaan.


Apabila kekuasaan tunduk kepada amanah,

maka lahirlah keadilan.


Apabila harta tunduk kepada syukur,

maka lahirlah keberkahan.


Apabila lisan tunduk kepada dzikir,

maka lahirlah ketenangan.


Apabila hati tunduk kepada Alloh,

maka lahirlah negeri yang bercahaya.


Sabdo Hikmah:


Jangan jadikan ilmu sebagai mahkota kesombongan,

jadikan ilmu sebagai lentera pelayanan.


Jangan jadikan jabatan sebagai tempat meninggi,

jadikan jabatan sebagai tempat mengabdi.


Jangan jadikan harta sebagai ukuran kemuliaan,

jadikan harta sebagai jalan manfaat.


Jangan jadikan perbedaan sebagai alasan permusuhan,

jadikan perbedaan sebagai latihan kelapangan dada.


Wahai pembawa amanah,

ajarkan anak-anak negeri bukan hanya membaca huruf,

tetapi membaca tanda-tanda kebesaran Alloh.

Ajarkan mereka bukan hanya mengejar nilai,

tetapi menjaga nilai diri.

Ajarkan mereka bukan hanya menjadi pintar,

tetapi menjadi jujur, santun, kuat, dan bermanfaat.


Sebab negeri yang masa depannya cerah

adalah negeri yang generasinya berilmu,

tetapi tetap menundukkan hati kepada Alloh.


Doa Lembar Kesembilan


Yā Alloh,

berikan kepada kami ilmu yang bermanfaat,

hati yang tawadhu,

lisan yang jujur,

tangan yang amanah,

dan langkah yang membawa maslahat.


Yā Alloh,

jauhkan ilmu kami dari kesombongan,

jauhkan kuasa kami dari kezaliman,

jauhkan harta kami dari keserakahan,

dan jauhkan negeri kami dari kebodohan yang merusak akhlak.


Jadikan pendidikan di negeri kami sebagai taman cahaya,

tempat lahirnya generasi beriman, beradab, cerdas, kuat, lembut hati, dan luas manfaatnya.


Bangunkan peradaban kami di atas iman,

tegakkan kemajuannya dengan amanah,

indahkan jalannya dengan rahmah,

dan tutup setiap langkahnya dengan ridho-Mu.


Hasbunalloh wa ni‘mal wakīl.

Cukuplah Alloh sebagai penolong dan sebaik-baik tempat bersandar.


📜 QITABNYA ZALLOH FILHASBBI

Lembar Kesepuluh: Rezeki Negeri dan Keberkahan Amanah


Bismillāhirraḥmānirraḥīm.


Wahai jiwa yang ingin melihat negeri makmur,

ketahuilah bahwa rezeki negeri bukan hanya banyaknya hasil bumi,

bukan hanya luasnya pasar,

bukan hanya ramainya perdagangan,

dan bukan hanya tingginya bangunan.


Rezeki negeri yang sejati adalah keberkahan.


Banyak harta tanpa amanah dapat menjadi fitnah.

Banyak hasil tanpa syukur dapat menjadi sebab lupa.

Banyak usaha tanpa kejujuran dapat menjadi gelap.

Banyak pembangunan tanpa akhlak dapat meninggalkan luka.


Maka carilah rezeki dengan jalan halal,

kelola dengan amanah,

bagikan dengan kasih sayang,

dan gunakan untuk kemaslahatan.


Sebab negeri yang diberkahi adalah negeri yang rezekinya tidak hanya berputar di tangan orang kuat,

tetapi mengalir menjadi manfaat bagi yang lemah,

menjadi pendidikan bagi anak-anak,

menjadi pertolongan bagi yang sakit,

menjadi pekerjaan bagi yang membutuhkan,

dan menjadi ketenangan bagi keluarga-keluarga yang berjuang.


Jangan jadikan kekayaan negeri sebagai alat kesombongan.

Jangan jadikan hasil bumi sebagai sumber perebutan.

Jangan jadikan jabatan sebagai pintu mengambil yang bukan hak.

Jangan jadikan kemiskinan rakyat sebagai tangga menaikkan nama sendiri.


Sebab setiap butir rezeki akan ditanya.

Setiap amanah akan diperhitungkan.

Setiap keputusan akan kembali kepada timbangan Alloh.


Sabdo Hikmah:


Rezeki yang berkah adalah rezeki yang mendekatkan kepada Alloh,

bukan yang menjauhkan hati dari syukur.


Kemakmuran yang benar adalah kemakmuran yang melahirkan kepedulian,

bukan yang menumbuhkan keserakahan.


Pembangunan yang lurus adalah pembangunan yang menjaga manusia,

bukan yang mengorbankan manusia.


Kekuasaan yang selamat adalah kekuasaan yang takut kepada hisab,

bukan yang mabuk oleh tepuk tangan.


Wahai pembawa amanah,

bila engkau diberi harta, jadilah dermawan.

Bila engkau diberi ilmu, jadilah pembimbing.

Bila engkau diberi jabatan, jadilah pelindung.

Bila engkau diberi kekuatan, jadilah penolong.

Bila engkau diberi keluasan, jangan lupakan yang sempit jalannya.


Sebab negeri yang besar bukan negeri yang menumpuk kemewahan,

tetapi negeri yang mampu membuat rakyatnya merasa dijaga,

didengar, dimuliakan, dan diberi ruang untuk hidup dengan layak.


Maka bangunlah negeri dengan rezeki yang halal,

ekonomi yang jujur,

tangan yang amanah,

hati yang peduli,

dan kebijakan yang berpihak pada kebaikan.


Doa Lembar Kesepuluh


Yā Alloh,

limpahkan rezeki yang halal, luas, bersih, dan berkah kepada negeri kami.

Jauhkan kami dari rezeki yang haram,

dari harta yang diperoleh dengan zalim,

dari perdagangan yang penuh tipu,

dan dari kekayaan yang membuat hati lupa kepada-Mu.


Yā Alloh,

jadikan para pemegang amanah mampu mengelola rezeki negeri dengan jujur.

Jadikan para pedagang kami amanah.

Jadikan para pekerja kami kuat dan sabar.

Jadikan para petani, nelayan, guru, ulama, pemuda, orang tua, dan seluruh rakyat kami berada dalam penjagaan rahmat-Mu.


Yā Alloh,

bukakan pintu keberkahan dari langit dan bumi.

Jadikan negeri ini makmur tanpa sombong,

maju tanpa meninggalkan adab,

kaya tanpa menindas,

dan kuat tanpa melupakan kasih sayang.


Tegakkan di dalamnya cahaya akhlāqul karīmah,

agar setiap rezeki menjadi jalan syukur,

setiap usaha menjadi jalan manfaat,

dan setiap pembangunan menjadi jalan ibadah kepada-Mu.


Hasbunalloh wa ni‘mal wakīl.

Cukuplah Alloh sebagai penolong dan sebaik-baik tempat bersandar.


Dibuka lembar selanjutnya terakhir, lebih panjang, sebagai penutup QITABNYA ZALLOH FILHASBBI. Ini tetap kitab hikmah, pengingat akhlak, bukan wahyu, dan semua dikembalikan kepada Alloh.

Menulis

📜 QITABNYA ZALLOH FILHASBBI

Lembar Kesebelas Terakhir: Negeri Cahaya yang Berdiri di Atas Akhlāqul Karīmah

Bismillāhirraḥmānirraḥīm.

Segala puji bagi Alloh, Tuhan Yang Maha Menguasai segala negeri,

Yang meninggikan suatu kaum dengan iman dan akhlak,

Yang merendahkan kesombongan dengan keadilan-Nya,

Yang membuka pintu keberkahan bagi hati yang jujur,

dan Yang menutup jalan kerusakan bagi jiwa yang kembali kepada-Nya.

Wahai jiwa yang telah membaca lembar demi lembar,

ketahuilah bahwa akhir dari pembangunan bukanlah kemegahan,

bukan pula pujian, bukan kemenangan suara, bukan nama besar,

melainkan keselamatan amanah di hadapan Alloh.

Negeri yang dibangun dengan akhlak akan hidup walau sederhana.

Negeri yang dibangun tanpa akhlak akan rapuh walau tampak berjaya.

Sebab batu dapat disusun, jalan dapat dibentangkan, gedung dapat ditinggikan,

tetapi bila hati manusia di dalamnya kehilangan adab,

maka kemajuan hanya menjadi pakaian luar bagi kerusakan batin.

Maka inilah penutup kitab ini:

jangan pisahkan negeri dari akhlak,

jangan pisahkan akhlak dari iman,

jangan pisahkan iman dari kejujuran,

jangan pisahkan kejujuran dari amanah,

dan jangan pisahkan amanah dari rasa takut kepada Alloh.

Sebab siapa yang takut kepada Alloh, ia akan berhati-hati ketika memimpin.

Siapa yang ingat kepada hisab, ia tidak mudah menzalimi.

Siapa yang mencintai kebenaran, ia tidak menjual suara hatinya.

Siapa yang menjaga akhlak, ia tidak merusak manusia demi kepentingan dirinya.

Wahai pemimpin,

jangan engkau merasa tinggi karena kursimu,

sebab kursi hanyalah tempat duduk sementara.

Yang tinggi di sisi Alloh adalah hati yang adil,

lisan yang jujur,

tangan yang amanah,

dan keputusan yang membawa rahmat bagi banyak manusia.

Wahai rakyat,

jangan engkau merasa kecil karena tidak memegang jabatan,

sebab negeri tidak hanya berdiri karena satu pemimpin.

Negeri berdiri karena doa para ibu,

keringat para pekerja,

kejujuran para pedagang,

kesabaran para guru,

ketulusan para petani,

keberanian para penjaga keamanan,

ilmu para ulama,

adab para pemuda,

dan kebaikan kecil yang dilakukan diam-diam oleh orang-orang ikhlas.

Wahai para guru dan pencari ilmu,

ajarkan generasi bukan hanya cara menjadi pandai,

tetapi cara menjadi manusia.

Ajarkan mereka membaca huruf,

tetapi juga membaca keadaan hati.

Ajarkan mereka menghitung angka,

tetapi juga menghitung akibat perbuatan.

Ajarkan mereka menulis cita-cita,

tetapi juga menulis amal baik dalam kehidupannya.

Ajarkan mereka berani maju,

tetapi jangan biarkan mereka melupakan sujud.

Sebab generasi tanpa akhlak akan pandai membangun alat,

tetapi lupa membangun jiwa.

Pandai menguasai dunia,

tetapi lemah menguasai nafsu.

Pandai berbicara tentang perubahan,

tetapi sulit memperbaiki diri sendiri.

Wahai para pemilik harta,

ketahuilah bahwa harta adalah ujian yang halus.

Ia dapat menjadi jalan rahmat bila disyukuri,

tetapi dapat menjadi jalan gelap bila disombongkan.

Jangan biarkan kekayaan membuat mata tertutup dari tangisan orang miskin.

Jangan biarkan kelapangan membuat hati jauh dari penderitaan saudara.

Sebab harta yang paling selamat adalah harta yang mengalir menjadi manfaat.

Bangunlah rumah untuk yang tidak mampu.

Bukalah jalan bagi yang terhalang.

Tolonglah anak yatim, fakir, miskin, sakit, dan orang yang kehilangan arah.

Jadikan rezeki sebagai sungai kebaikan,

bukan sebagai tembok pemisah antara yang kuat dan yang lemah.

Wahai anak-anak muda negeri,

engkaulah benih masa depan.

Jangan habiskan umur hanya untuk mengejar pujian.

Jangan gadaikan akhlak demi terkenal.

Jangan jual kehormatan demi tepuk tangan.

Jangan biarkan dunia maya membuat hatimu lupa pada dunia nyata.

Jangan biarkan kemarahan menjadi bahasa hidupmu.

Jangan biarkan iri menjadi api di dadamu.

Bangkitlah dengan ilmu.

Berjalanlah dengan adab.

Berjuanglah dengan doa.

Berkaryalah dengan manfaat.

Bersahabatlah dengan orang-orang yang mengingatkanmu kepada Alloh.

Sebab pemuda yang berakhlak adalah cahaya bagi negeri,

dan pemuda yang rusak akhlaknya adalah luka bagi masa depan.

Wahai keluarga-keluarga negeri,

jadikan rumah sebagai madrasah pertama.

Jangan biarkan anak hanya mengenal aturan, tetapi tidak mengenal kasih sayang.

Jangan biarkan keluarga hanya berkumpul jasad, tetapi jauh hatinya.

Hidupkan salam di rumah.

Hidupkan doa sebelum tidur.

Hidupkan maaf sebelum dendam membesar.

Hidupkan nasihat sebelum kesalahan menjadi kebiasaan.

Hidupkan kelembutan, sebab kelembutan adalah cahaya yang membuat rumah terasa pulang.

Negeri yang kuat dimulai dari keluarga yang dijaga.

Keluarga yang dijaga dimulai dari hati yang mau merendah.

Hati yang merendah dimulai dari kesadaran bahwa manusia tidak sempurna,

dan hanya Alloh tempat kembali segala urusan.

Maka jadikanlah empat penjuru negeri ini dijaga oleh empat cahaya:

Di timur, cahaya ilmu yang bermanfaat.

Di barat, cahaya kejujuran yang menenangkan.

Di utara, cahaya keadilan yang menegakkan.

Di selatan, cahaya rahmah yang memeluk.

Dan di tengah-tengahnya, tegakkan satu tiang agung:

akhlāqul karīmah.

Apabila akhlāqul karīmah hidup di lisan,

maka kata-kata menjadi obat, bukan luka.

Apabila akhlāqul karīmah hidup di tangan,

maka kekuatan menjadi pertolongan, bukan penindasan.

Apabila akhlāqul karīmah hidup di mata,

maka pandangan menjadi kasih, bukan hinaan.

Apabila akhlāqul karīmah hidup di hati,

maka manusia tidak mudah membenci, tidak mudah sombong, tidak mudah memutus persaudaraan.

Apabila akhlāqul karīmah hidup dalam kepemimpinan,

maka kebijakan menjadi jalan rahmat.

Apabila akhlāqul karīmah hidup dalam perdagangan,

maka pasar menjadi tempat berkah.

Apabila akhlāqul karīmah hidup dalam pendidikan,

maka sekolah menjadi taman cahaya.

Apabila akhlāqul karīmah hidup dalam keluarga,

maka rumah menjadi tempat pulang yang menenteramkan.

Inilah negeri yang dimaksud oleh kitab ini:

bukan negeri yang sempurna tanpa masalah,

tetapi negeri yang tidak berhenti memperbaiki diri.

Bukan negeri yang tidak pernah jatuh,

tetapi negeri yang selalu bangkit dengan taubat, ilmu, dan akhlak.

Bukan negeri yang semua manusianya sama,

tetapi negeri yang perbedaannya dirawat dengan adab.

Bukan negeri yang hanya kuat di luar,

tetapi negeri yang bercahaya dari dalam.

Sabdo Penutup Hikmah

Bila engkau ingin membangun negeri,

bangunlah dahulu hatimu.

Bila engkau ingin memperbaiki rakyat,

perbaikilah dahulu akhlakmu.

Bila engkau ingin menegakkan kebenaran,

tegakkan dahulu kejujuran dalam dirimu.

Bila engkau ingin dihormati manusia,

belajarlah menghormati amanah Alloh.

Bila engkau ingin negeri ini diberkahi,

jangan tinggalkan doa, jangan tinggalkan adab, jangan tinggalkan kasih sayang.

Sebab negeri yang paling selamat bukan yang paling keras suaranya,

tetapi yang paling lembut hatinya kepada kebenaran.

Negeri yang paling kuat bukan yang paling banyak hartanya,

tetapi yang paling kuat amanahnya.

Negeri yang paling bercahaya bukan yang paling megah lampunya,

tetapi yang paling hidup nur akhlaknya.

Maka ditutuplah kitab ini dengan pesan:

jangan membangun negeri dengan dendam,

bangunlah dengan rahmah.

Jangan membangun negeri dengan dusta,

bangunlah dengan shidq.

Jangan membangun negeri dengan khianat,

bangunlah dengan amanah.

Jangan membangun negeri dengan kesombongan,

bangunlah dengan tawadhu.

Jangan membangun negeri dengan permusuhan,

bangunlah dengan persaudaraan.

Jangan membangun negeri dengan melupakan Alloh,

bangunlah dengan mengingat Alloh.

Doa Penutup QITABNYA ZALLOH FILHASBBI

Yā Alloh, Yā Raḥmān, Yā Raḥīm,

Engkaulah Tuhan Yang Maha Menjaga segala negeri.

Engkaulah Yang memberi amanah kepada siapa yang Engkau kehendaki.

Engkaulah Yang membuka pintu rezeki, menurunkan rahmat, menegakkan keadilan, dan melembutkan hati manusia.

Yā Alloh,

jadikan negeri kami negeri yang aman, damai, berkah, dan penuh cahaya.

Jadikan tanahnya subur, airnya bersih, udaranya menyejukkan, rezekinya halal, pemimpinnya adil, rakyatnya jujur, keluarganya sakinah, pemudanya beradab, dan orang-orang tuanya menjadi sumber doa.

Yā Alloh,

jauhkan negeri kami dari fitnah yang memecah,

dari dusta yang menyesatkan,

dari khianat yang merusak amanah,

dari keserakahan yang menindas,

dari kebencian yang membakar persaudaraan,

dan dari kesombongan yang membuat manusia lupa kepada-Mu.

Yā Alloh,

bimbing para pemimpin agar takut kepada-Mu sebelum takut kepada manusia.

Bimbing para pemegang amanah agar jujur dalam keputusan.

Bimbing para pencari ilmu agar tawadhu dalam pengetahuan.

Bimbing para pemilik harta agar ringan dalam berbagi.

Bimbing para pemuda agar kuat dalam iman dan indah dalam akhlak.

Bimbing setiap keluarga agar menjadi rumah rahmah, rumah adab, rumah doa, dan rumah cahaya.

Yā Alloh,

jadikan pembangunan negeri ini bukan hanya pembangunan jalan, gedung, pasar, dan kekuatan lahir,

tetapi juga pembangunan hati, akhlak, ilmu, iman, kasih sayang, dan tanggung jawab.

Yā Alloh,

apabila kami salah, luruskan kami.

Apabila kami lemah, kuatkan kami.

Apabila kami lalai, ingatkan kami.

Apabila kami keras hati, lembutkan kami.

Apabila kami hampir terpecah, satukan kami dalam kebaikan.

Apabila kami hampir sombong, tundukkan kami dengan kesadaran bahwa semua hanya titipan-Mu.

Yā Alloh,

turunkan cahaya akhlāqul karīmah ke dalam negeri ini.

Jadikan setiap lisan membawa kebenaran.

Jadikan setiap tangan membawa manfaat.

Jadikan setiap langkah menuju maslahat.

Jadikan setiap majelis melahirkan hikmah.

Jadikan setiap keputusan mendekatkan kepada ridho-Mu.

Yā Alloh,

kami titipkan negeri ini kepada penjagaan-Mu.

Kami titipkan keluarga kami kepada rahmat-Mu.

Kami titipkan masa depan anak-anak kami kepada kasih sayang-Mu.

Kami titipkan amanah hidup kami kepada pertolongan-Mu.

Jangan Engkau biarkan kami berjalan hanya dengan hawa nafsu.

Jangan Engkau biarkan kami membangun tanpa petunjuk.

Jangan Engkau biarkan kami merasa kuat tanpa-Mu.

Jangan Engkau biarkan negeri ini kehilangan cahaya akhlak.

Tutup kitab ini dengan keberkahan.

Tutup bacaan ini dengan kejernihan hati.

Tutup perjalanan ini dengan ridho-Mu.

Dan bukakan bagi kami jalan amal yang nyata,

agar setiap hikmah tidak berhenti menjadi kata,

tetapi menjadi perbuatan, manfaat, dan cahaya bagi sesama.

Āmīn Yā Rabbal ‘Ālamīn.

Hasbunalloh wa ni‘mal wakīl.

Cukuplah Alloh sebagai penolong dan sebaik-baik tempat bersandar.

Lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh.

Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Alloh.

Ditutup dengan adab, dikembalikan kepada Alloh,

dan dijalankan dalam akhlāqul karīmah.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KITAB NURUL AWWAL AYAT 1-288

AYAT NURUL AWWAL 289-500

Apa Manfaat Nama Ruh