SABDO QHALLAMMULLOH BILHAQ

 


SABDO QHALLAMMULLOH BILHAQ

سَبْدُ قَهْلَمُ اللهِ بِالْحَقِّ

Makna hikmah:

“Seluruh perbuatan, perjalanan, dan ucapan akan dikembalikan kepada Sang Mahakuasa, Yang menguasai segala yang tampak maupun tersembunyi.”

Mukadimah Pembukaan

Dengan menyebut nama Alloh Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Segala yang bergerak berada dalam kuasa-Nya.

Segala yang diam tetap berada dalam pengetahuan-Nya.

Tidak ada langkah yang terlepas dari pengawasan-Nya, tidak ada ucapan yang hilang tanpa jejak, dan tidak ada perbuatan yang lenyap begitu saja.

Manusia berjalan dari Alloh, hidup dengan izin Alloh, menerima kekuatan dari Alloh, kemudian kembali menghadap kepada Alloh.

Tubuh dapat berjalan jauh, tetapi ruh tetap berada dalam genggaman-Nya.

Lisan dapat menyembunyikan maksud, tetapi hati tidak dapat bersembunyi dari ilmu-Nya.

Manusia dapat menghapus tulisan di hadapan sesama, tetapi tidak dapat menghapus akibat perbuatannya dari perjalanan kehidupan.

Maka dibukalah:

SABDO QHALLAMMULLOH BILHAQ

Sabdo ini bukan wahyu baru dan bukan pengganti Al-Qur’an maupun Sunnah. Ia adalah bahasa renungan dan hikmah, agar manusia menyadari bahwa segala sesuatu memiliki asal, arah, akibat, dan tempat kembali.

Lembar Pertama

Segala Sesuatu Akan Kembali

Ketahuilah, saudara dan saudari cahayaku:

Tidak ada perbuatan yang benar-benar selesai ketika tangan berhenti melakukannya. Perbuatan akan melanjutkan perjalanannya menjadi akibat, kebiasaan, kenangan, luka, keberkahan, atau pertanggungjawaban.

Kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas dapat menjelma menjadi ketenangan yang tidak diketahui asal datangnya. Kebaikan itu mungkin dilupakan oleh pelakunya, tetapi tidak dilupakan oleh Alloh.

Demikian pula keburukan. Ia mungkin tersembunyi dari pandangan manusia, tetapi akibatnya dapat kembali melalui kegelisahan, rusaknya kepercayaan, sempitnya hati, atau terbukanya kebenaran pada waktu yang telah ditentukan.

Karena itu, Qhallammulloh Bilhaq mengajarkan:

Apa yang engkau lepaskan kepada kehidupan akan berjalan membawa namamu, lalu kembali kepadamu dengan membawa akibatnya.

Bukan berarti setiap kesusahan pasti hukuman dan setiap kemudahan pasti kemuliaan. Ada kesusahan yang menjadi ujian, ada kemudahan yang menjadi ujian, ada kehilangan yang menjadi perlindungan, dan ada keberhasilan yang menjadi pertanggungjawaban.

Alloh mengetahui hakikat yang tidak mampu dijangkau oleh pandangan manusia.

Tiga Jalan yang Akan Dikembalikan

1. Jalan Perbuatan

Tangan adalah saksi atas apa yang dikerjakannya.

Kaki adalah saksi atas tempat yang didatanginya.

Mata adalah saksi atas apa yang dipandangnya.

Harta menjadi saksi mengenai jalan mendapatkannya dan ke mana ia dibelanjakan.

Perbuatan yang kecil dapat menjadi besar karena niatnya. Perbuatan yang tampak besar dapat menjadi kosong karena kesombongan dan keinginan dipuji.

Jangan hanya bertanya:

“Apa yang telah aku kerjakan?”

Tetapi tanyakan pula:

“Untuk siapa aku mengerjakannya, dengan cara apa aku melakukannya, dan akibat apa yang kutinggalkan?”

Sebab kebenaran tidak hanya berada pada hasil, tetapi juga pada niat, jalan, dan pengaruhnya terhadap sesama.

2. Jalan Perjalanan

Setiap manusia sedang berjalan, sekalipun tubuhnya sedang diam.

Ada perjalanan usia.

Ada perjalanan pikiran.

Ada perjalanan dari luka menuju kesembuhan.

Ada perjalanan dari kesombongan menuju kerendahan hati.

Ada pula perjalanan dari kelalaian menuju kesadaran.

Sebagian manusia merasa sedang mengejar dunia, padahal sebenarnya sedang mendekati akhir perjalanannya. Sebagian merasa sedang kehilangan segalanya, padahal sedang dibebaskan dari sesuatu yang menjauhkannya dari Alloh.

Jangan menilai perjalanan hanya berdasarkan cepat atau lambatnya.

Ada orang yang cepat sampai tetapi salah tujuan.

Ada yang berjalan perlahan tetapi tetap berada di jalan kebenaran.

Ada yang berputar-putar karena belum mengenali isi hatinya.

Ada pula yang dihentikan agar tidak terjatuh lebih jauh.

Sabdo ini mengingatkan:

Setiap perjalanan yang tidak diarahkan kepada kebaikan akan melelahkan jiwa, sedangkan perjalanan yang disertai kesadaran kepada Alloh akan mendidik jiwa, sekalipun jalannya penuh ujian.

3. Jalan Ucapan

Ucapan keluar dalam beberapa detik, tetapi pengaruhnya dapat tinggal selama bertahun-tahun.

Satu kata dapat menyembuhkan orang yang hampir menyerah.

Satu kata dapat pula menghancurkan hati yang sedang berusaha bertahan.

Satu janji dapat menumbuhkan harapan.

Satu kebohongan dapat meruntuhkan kepercayaan.

Karena itu, sebelum kata keluar, hadirkan tiga penjaga:

Apakah benar?

Apakah perlu?

Apakah disampaikan dengan adab?

Tidak semua yang benar harus diucapkan dengan keras.

Tidak semua kesalahan harus dibongkar di hadapan banyak orang.

Tidak semua pengetahuan harus dipakai untuk merendahkan orang lain.

Ucapan yang benar tetapi kehilangan kasih sayang dapat berubah menjadi senjata. Ucapan yang lembut tetapi menyembunyikan kebohongan juga dapat menjadi racun.

Maka hendaklah kebenaran berjalan bersama adab.

Rahasia Kata “Dikembalikan”

Dikembalikan bukan hanya berarti menerima balasan setelah kematian. Sebagian akibat telah diperlihatkan sejak manusia hidup di dunia.

Kemarahan yang terus dipelihara kembali menjadi kelelahan.

Kedengkian kembali menjadi sempitnya dada.

Kebohongan kembali menjadi ketakutan terbongkar.

Kesombongan kembali menjadi kesepian.

Kesabaran kembali menjadi kekuatan.

Kejujuran kembali menjadi kepercayaan.

Kasih sayang kembali menjadi doa-doa yang diam-diam dipanjatkan orang lain.

Namun tidak semua balasan terjadi seketika. Alloh tidak terikat oleh keinginan manusia agar segala sesuatu dibalas menurut waktu dan cara yang dikehendakinya.

Ada perkara yang ditangguhkan agar pelakunya memiliki kesempatan bertobat. Ada pula perkara yang disimpan agar keadilan-Nya tampak sempurna pada waktu yang tidak dapat dihindari.

Karena itu, jangan mengambil alih kekuasaan Alloh dengan membalas segala luka menurut amarah sendiri.

Serahkan pengadilan tertinggi kepada-Nya, tetapi tetaplah menempuh jalan yang benar: menjaga diri, mencari keadilan dengan cara yang baik, meminta pertolongan, dan tidak membiarkan kezaliman terus berlangsung.

Sabdo Peneguhan Pertama

Wahai jiwa, jangan merasa bebas hanya karena manusia tidak melihatmu. Jangan merasa kehilangan hanya karena manusia tidak menghargaimu. Alloh mengetahui segala yang engkau sembunyikan, segala yang engkau perjuangkan, dan segala yang engkau tahan dalam kesabaran.

Bersihkan niat sebelum bertindak. Tertibkan hati sebelum berjalan. Jaga lisan sebelum berbicara. Sebab segala perbuatan, perjalanan, dan ucapan akan kembali kepada Sang Mahakuasa dengan membawa kebenaran yang tidak dapat disamarkan.

Doa Penutup Lembar Pertama

Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm.

Ya Alloh,

kembalikanlah langkah kami kepada jalan yang Engkau ridhoi.

Kembalikanlah ucapan kami kepada kejujuran dan adab.

Kembalikanlah perbuatan kami kepada kemanfaatan.

Kembalikanlah hati kami dari kesombongan menuju kerendahan hati.

Dari dendam menuju kelapangan.

Dari kebingungan menuju petunjuk.

Dari kelalaian menuju kesadaran.

Jangan Engkau biarkan kami merasa memiliki kekuatan tanpa mengingat sumber kekuatan itu. Jangan Engkau biarkan kami merasa paling benar hingga kehilangan kasih sayang kepada sesama.

Jadikan setiap perjalanan sebagai pembelajaran, setiap ucapan sebagai kebaikan, dan setiap perbuatan sebagai bekal ketika kami kembali menghadap kepada-Mu.

Āmīn yā Robbal ‘ālamīn.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

KITAB NURUL AWWAL AYAT 1-288

AYAT NURUL AWWAL 289-500

Apa Manfaat Nama Ruh